Keduanya berdalih soal tanggung jawab hukum diserahkan ke polisi. Dan meskipun mengaku siap menghadapi proses hukum, pernyataan tersebut terasa lebih sebagai protokol komunikasi krisis dibanding kesungguhan moral dan politik untuk bertanggung jawab.
Santunan Tak Menghapus Dosa Publik
Putri dan Maula menyebut telah menemui keluarga korban dan memberikan santunan. Namun di mata publik, pemberian uang duka tidak serta-merta menghapuskan tanggung jawab struktural dan etika.
Pernikahan mereka disiapkan dengan karpet merah, tetapi rakyat harus pulang dengan tanah merah—dan sebagian tak pernah pulang sama sekali.
Kini publik menunggu: apakah pesta elit yang berujung maut ini akan benar-benar diseret ke ruang keadilan, atau lagi-lagi diredam dengan narasi teknis, miskomunikasi, dan deretan "maaf" tanpa nyali bertanggung jawab? (Bhegin)