[Locusonline.co] JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, harga cabai rawit di sejumlah daerah Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, secara nasional harga rata-rata cabai rawit pada minggu pertama Maret 2026 mencapai Rp71.429 per kilogram, jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengingatkan pemerintah daerah untuk memberikan atensi khusus terhadap komoditas ini, mengingat perannya yang vital sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat saat Lebaran.
"Walaupun sudah turun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga cabai rawit, tetapi ada beberapa kabupaten kota yang harus mulai memberikan atensi terhadap kenaikan cabai rawitnya," ujar Amalia di Jakarta, Senin (10/3/2026).
Daerah dengan Lonjakan Harga Cabai Rawit Tertinggi
BPS merilis data harga cabai rawit di sejumlah daerah yang mengalami lonjakan paling tajam, bahkan ada yang mencapai lebih dari dua kali lipat harga acuan.
| Daerah | Harga per Kg | Kenaikan di Atas HAP (Rp57.000) | Indeks Perkembangan Harga (IPH) |
|---|---|---|---|
| Kabupaten Cirebon, Jabar | Rp120.000 | +110,5% | 31,47% |
| Kabupaten Lombok Timur, NTB | Rp114.000 | +100% | - |
| Kabupaten Bandung Barat, Jabar | Rp79.000 | +38,6% | 44,63% |
| Kabupaten Boven Digoel, Papua | Sekitar Rp86.000 | +50,88% | - |
| Kabupaten Bima, NTB | Sekitar Rp86.000 | +50,88% | - |
"Tentunya karena cabai rawit menjadi salah satu kebutuhan untuk Lebaran, ini juga perlu mendapatkan perhatian," kata Amalia.
Lonjakan di Kabupaten Cirebon yang mencapai Rp120.000 per kilogram atau 110,5 persen di atas HAP menjadi perhatian serius, mengingat tingginya permintaan saat Ramadhan dan menjelang Lebaran.
Bawang Merah Mulai Melandai, Tapi Masih Ada yang Tinggi
Sementara itu, harga bawang merah secara nasional menunjukkan tren penurunan, meskipun masih ada beberapa daerah yang harganya berada di atas HAP.