Kamis, 4 Juni 2026

Info Harga Rupiah Hari Menuju Rp18.000? Ketika Dompet Rakyat Dipaksa Menonton Dolar Semakin Perkasa

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 23:05 WIB
Gambar Ilustrasi (Generated by Gemini Ai)
Gambar Ilustrasi (Generated by Gemini Ai)

LOCUSonline - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memprediksi mata uang Garuda masih akan menghadapi tekanan berat dalam beberapa hari ke depan. Bahkan, level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat kini disebut bukan lagi sekadar angka dalam kalkulator, melainkan bayangan yang mulai terlihat di depan mata pasar.

Secara satir, jika beberapa tahun lalu masyarakat berlomba memantau harga emas, kini sebagian warga mungkin mulai memantau kurs dolar dengan tingkat kecemasan yang hampir setara dengan melihat tagihan bulanan.

Melansir berita detikfinance. Analis komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut hingga awal pekan depan.

"Untuk harga rupiah dalam minggu ini kalau tidak terjadi sekarang, kemungkinan minggu depan level Rp18.000 sudah di depan mata. Kalau angka itu tembus, bukan tidak mungkin bergerak menuju Rp18.200," ujar Ibrahim, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini menunjukkan kondisi yang tidak biasa. Di tengah pelemahan dolar terhadap sejumlah mata uang global, rupiah justru belum mampu memperoleh momentum penguatan.

"Walaupun dolar mengalami pelemahan di pasar global, hal itu belum memberikan dampak terhadap rupiah. Mata uang kita masih terus mengalami tekanan," katanya.

Baca Juga: Info IHSG Anjlok Sendirian di Asia, Investor Panik Usai MSCI dan Kebijakan Ekspor Prabowo Bikin Pasar “Masuk Angin”

Ibrahim menjelaskan bahwa ancaman terbesar dari pelemahan rupiah bukan hanya soal angka kurs, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dan pelaku pasar.

Ketika dolar dianggap semakin kuat, sebagian investor dan masyarakat berpotensi mengalihkan simpanan mereka ke valuta asing untuk menjaga nilai aset.

"Saat masyarakat melihat peluang dolar terus menguat, kecenderungannya adalah memindahkan dana dari tabungan konvensional ke tabungan valuta asing," ujarnya.

Fenomena tersebut, jika terjadi secara luas, dapat menciptakan tekanan tambahan terhadap rupiah. Dalam bahasa sederhana, rupiah bisa semakin tertekan karena semakin banyak pihak yang memilih meninggalkannya.

Pelemahan rupiah juga berpotensi memicu kenaikan harga berbagai komoditas impor maupun produk yang menggunakan bahan baku dari luar negeri.

Ibrahim mencontohkan komoditas kedelai yang sebagian besar masih bergantung pada impor.

"Kalau rupiah melemah, harga kedelai akan naik. Akibatnya berbagai produk turunannya juga ikut mengalami kenaikan harga," jelasnya.

Menurutnya, dampak lanjutan dari kondisi tersebut akan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Halaman:

Editor: Bhegin

Sumber: Detikfinance

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X