LOCUSonline - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (29/5/2026) kembali menunjukkan drama khas pasar modal Indonesia, dibuka merah, lalu mendadak hijau beberapa menit kemudian, seolah investor dan pasar sama-sama baru sadar kalau hidup harus tetap berjalan meski portofolio sudah megap-megap.
Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG sempat melemah ke level 6.112 saat pembukaan pasar. Namun hanya dalam hitungan menit, indeks berbalik arah masuk zona hijau dan menyentuh level 6.148.
Pada pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat berada di posisi 6.152 atau menguat sekitar 21 poin setara 0,36 persen. Situasi ini membuat sebagian investor ritel kembali berharap aplikasi trading mereka belum perlu di-uninstall hari ini.
Pergerakan indeks tercatat berada di rentang 6.111 hingga 6.157. Nilai transaksi pagi mencapai Rp3,15 triliun dengan volume perdagangan sekitar 5,49 miliar lembar saham yang berpindah tangan lebih dari 185 ribu kali. Aktivitas tersebut menunjukkan pasar masih ramai, meski sebagian pelaku tampaknya lebih banyak berdagang harapan dibanding keuntungan.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 238 saham menguat, sementara 284 saham justru melemah dan 200 saham lainnya memilih diam di tempat, mungkin sedang ikut menunggu kepastian ekonomi global yang tak kunjung jelas.
Baca Juga: Info IHSG Tumbang ke Zona Merah, Investor Lokal Kembali Diajak Latihan Mental Gratis
Meski pagi ini IHSG terlihat mencoba bangkit, performa jangka menengah pasar saham nasional masih jauh dari kata nyaman. Secara bulanan, IHSG tercatat terkoreksi 13,71 persen. Dalam sepekan terakhir indeks juga turun 2,64 persen.
Bahkan dalam periode tiga bulan, IHSG telah melemah hingga 24,35 persen dan dalam enam bulan terkoreksi 25,36 persen. Angka tersebut cukup untuk membuat sebagian investor jangka pendek berubah profesi mendadak menjadi “investor sabar jangka panjang”.
Analis menilai volatilitas pasar saat ini masih dipengaruhi kombinasi sentimen global, ketidakpastian ekonomi, hingga kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan moneter dan perlambatan pertumbuhan dunia.
Di sisi lain, investor lokal tampaknya mulai terbiasa menghadapi fluktuasi pasar yang bergerak lebih cepat daripada perubahan status hubungan di media sosial. Pagi merah, siang hijau, sore bisa kembali panik.
Meski demikian, pelaku pasar tetap berharap IHSG mampu menemukan pijakan stabil agar tidak terus menjadi arena uji mental nasional setiap jam perdagangan dibuka.*****
Artikel Terkait
IHSG Terkoreksi 5,91% dalam Sepekan, Investor Mulai Lirik Securities Crowdfunding
IHSG Dibuka Menguat? Proyeksi Teknis dan Rekomendasi Saham Pasca Libur Panjang Lebaran 2026
IHSG Diprediksi Menguat di 7.000-7.200, Sentimen WFH dan Efisiensi Anggaran Jadi Pendorong
IHSG Dibuka Menguat 1,43%! Sentimen Deeskalasi Konflik Timur Tengah dan Kebijakan WFH Jadi Pendorong
IHSG Ditutup Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata Iran-AS, Sektor Energi Jadi Primadona
IHSG Bergejolak, Jaksa Agung Tawarkan Denda Damai Sebagai Obat Ekonomi, Pasar Modal Disuruh Lebih Jujur
Info IHSG Anjlok ke Level 6.000, Investor Panik Massal Saat Bursa Asia Pesta Hijau
Info IHSG Anjlok Sendirian di Asia, Investor Panik Usai MSCI dan Kebijakan Ekspor Prabowo Bikin Pasar “Masuk Angin”
Info IHSG Hari Ini Hijau Tipis di Awal Pekan, Investor Diajak Bersyukur Meski Portofolio Masih “Diet Ketat”
Info IHSG Tumbang ke Zona Merah, Investor Lokal Kembali Diajak Latihan Mental Gratis