ekonomi

Event Jawa Barat Maret 2026 Dongkrak Ekonomi Rp164 Miliar: Wisata Ramai, Parkir dan Antrean Ikut Berjaya

Rabu, 6 Mei 2026 | 10:00 WIB
Gambar Ilustrasi (Generated by Gemini Ai)

LOCUSonline, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat boleh tersenyum lebar. Sepanjang Maret 2026, sebanyak 18 event yang digelar di delapan kabupaten/kota sukses menarik 525.000 pengunjung dan menggerakkan roda ekonomi hingga Rp164 miliar. Sebuah capaian yang menunjukkan bahwa festival, bazar, dan parade budaya masih menjadi mesin uang yang cukup ampuh, selain jadi mesin antrean.

Berdasarkan data evaluasi pelaksanaan event, mayoritas pengunjung berasal dari dalam Jawa Barat, sekitar 78 persen. Sisanya 18 persen datang dari luar daerah dan 4 persen merupakan wisatawan mancanegara. Angka ini menegaskan bahwa daya tarik event lokal masih kuat meski sebagian besar penontonnya tetap warga sendiri.

Dari sisi ekonomi, perputaran uang yang mencapai Rp164 miliar didukung oleh keterlibatan 5.250 tenaga kerja, 1.761 pelaku seni serta lebih dari 2.000 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Dengan kata lain, event bukan sekadar hiburan, tetapi juga ladang rezeki, meski bagi sebagian pengunjung tantangan utamanya justru mencari parkir.

Baca Juga: TIGA MENU ANDALAN NASI PECEL BU JULIA LENGKAPI KULINER GARUT

Sejumlah event tercatat menjadi penyumbang terbesar transaksi, di antaranya Indonesia HijabFest dan Jagat Aroma yang masing-masing menghasilkan Rp50 miliar. Disusul TradeMark Market dengan Rp27,6 miliar, serta Roadshow Kuliner Viral Indonesia 2026 yang mencatat Rp12 miliar.

Dari sisi penyelenggaraan, sekitar 98 persen event telah menerapkan pengelolaan sampah yang baik, sebuah kabar menggembirakan di tengah kekhawatiran klasik soal warisan sampah pasca acara. Selain itu, 82,4 persen event juga mulai menyediakan fasilitas ramah difabel, menandakan upaya menuju kegiatan yang lebih inklusif.

Secara tematik, nuansa budaya Sunda dan sentuhan religi menjadi warna dominan dalam berbagai event. Pendekatan ini dinilai efektif dalam memperkuat identitas lokal sekaligus menarik minat wisatawan.

Namun, di balik angka-angka impresif tersebut, evaluasi tetap menemukan sejumlah catatan. Kepadatan pengunjung di jam puncak, keterbatasan lahan parkir, antrean panjang di area favorit, hingga gangguan teknis seperti listrik dan konektivitas masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya selesai.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus 100 Dolar, Rupiah Tertekan: Konflik Israel–AS–Iran Bikin Ekonomi Indonesia Ikut Deg-degan

Dengan kata lain, ketika jumlah pengunjung melonjak, kesiapan infrastruktur kadang masih tertinggal, ini jadi sebuah fenomena klasik di balik kesuksesan event besar.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan melalui penguatan manajemen, perbaikan infrastruktur, dan optimalisasi operasional. Tujuannya jelas untuk menjadikan event tidak hanya ramai, tetapi juga nyaman, inklusif dan berdaya saing tinggi.

Karena pada akhirnya, kesuksesan sebuah event bukan hanya diukur dari jumlah pengunjung atau besarnya transaksi, tetapi juga dari seberapa sedikit keluhan yang tersisa setelah panggung dibongkar.*****

Tags

Terkini