Menurut penyidik, Ismail Adham diduga menyerahkan uang sebesar 30 ribu dolar AS kepada Gus Alex. Selain itu, uang sebesar 5 ribu dolar AS juga disebut diberikan kepada mantan Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief.
Kasus ini kembali memperlihatkan bagaimana urusan ibadah yang seharusnya penuh nilai spiritual justru terseret ke meja penyidikan perkara korupsi. Di tengah jutaan masyarakat yang menunggu antrean panjang untuk berangkat haji, dugaan permainan kuota malah membuat publik kembali bertanya, apakah birokrasi kita benar-benar melayani umat, atau justru sibuk mengatur jalur keuntungan?
Dengan nilai kerugian negara mencapai Rp622 miliar berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan, kasus ini menjadi salah satu sorotan besar dalam penanganan korupsi sektor pelayanan keagamaan.
Kini publik menunggu sejauh mana penyidikan KPK akan berkembang. Sebab dalam banyak kasus besar, yang sering kali lebih ramai bukan hanya dugaan korupsinya, tetapi juga antrean pejabat yang datang ke gedung KPK sambil menjelaskan bahwa dirinya hanya sebentar menjabat.*****
Artikel Terkait
320 WNA Diduga Jadi Operator Judi Online Digerebek di Jakarta: Visa Turis Dipakai, Server Judi Jalan Terus
MAKI Seret UU Perjanjian Internasional ke MK: Negara Jangan Diam-Diam Tukar Wilayah, DPR Jangan Cuma Jadi Tukang Stempel
Film “Pesta Babi” Diprotes dan Nobar Dibubarkan, Pemerintah Tidak Sedang Razia Pikiran Mahasiswa
Dewi Perssik Murka Akun FB Palsu Centang Biru Berkeliaran: Nama Dijual, Kepercayaan Publik Ikut Digadaikan
Kasus Deepfake Mahasiswa Untan Gegerkan Publik: Teknologi AI Dipakai Bikin Foto Vulgar, DPR Desak Hukuman Tegas
Negara Mulai Kejar Penjahat Kripto: Saat Aparat Belajar Blockchain agar Penipu Digital Tak Lagi Leluasa
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas: Saat Negara Menghukum, Tapi WiFi Pendidikan Tetap Menyala
Pimpinan Pesantren di Garut Diduga Cabuli Santriwati Selama Setahun, Modus Bangunkan Tahajud
Kasus Chromebook Kemendikbud Berujung Tagihan Fantastis, Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp5,68 Triliun
Judi Online Serbu Anak Indonesia: Pemerintah Temukan 200 Ribu Anak Terpapar, Ruang Digital Dinilai Lebih Berbahaya dari Jam Main di Luar Rumah