hukum

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Keluarga Bantah Kesepakatan Damai

Senin, 13 April 2026 | 18:44 WIB


[Locusonline.co] Kasus dugaan kelalaian yang menyebabkan bayi nyaris tertukar dan hampir dibawa pulang orang tak dikenal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memasuki babak baru. Di tengah pernyataan resmi rumah sakit yang menyebut masalah telah selesai secara kekeluargaan, pihak korban justru angkat suara dan membantah adanya kesepakatan damai.





Kuasa hukum Nina Saleha (27), Krisna Murti, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menandatangani dokumen perdamaian apa pun dengan manajemen RSHS, seperti yang selama ini diklaim oleh pihak rumah sakit dalam rilis resmi mereka.





"Klien kami belum pernah ada permintaan sepakat damai dengan pihak rumah sakit. Kami membantah itu," tegas Krisna saat mendampingi Nina mendatangi RSHS, Senin (13/4/2026).





Kronologi: Dari Firasat Ibu hingga Temuan Gelang Identitas Hilang





Peristiwa bermula pada Rabu (8/4/2026), saat bayi Nina tengah menjalani perawatan di ruang perinatologi karena penyakit kuning. Saat hendak menjemput buah hatinya yang dinyatakan sudah boleh pulang, Nina dilanda firasat tidak enak.





"Saya lihat inkubator anak saya kosong. Saya kemudian melihat seorang perempuan tak dikenal menggendong bayi dengan selimut biru yang saya kenali," kenang Nina.





Kecurigaan Nina semakin menjadi ketika ia menyadari bahwa gelang identitas (name tag) di pergelangan tangan bayinya telah hilang—diduga telah digunting oleh oknum perawat sebelum diserahkan kepada orang lain. Dalam kondisi panik, Nina berteriak dan berusaha merebut kembali bayinya.





Minimnya Respons Cepat dari Pihak RSHS





Selain soal bayi, Nina juga menyoroti minimnya respons cepat dari petugas rumah sakit saat ia melaporkan kejadian itu. Bukannya membantu mengejar orang tak dikenal yang membawa bayinya, Nina justru diminta untuk diam dan melapor ke bagian keamanan (security).


Halaman:

Tags

Terkini