LOCUSonline, GARUT - Di Kampung Cijago, Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, warga memanfaatkan besek bambu dan daun pisang untuk membungkus daging kurban pada momen Idul Adha 2026. Sebuah langkah yang tanpa seminar lingkungan, tanpa jargon green economy, justru berhasil membuat plastik tersingkir secara alami.
Warga mengaku penggunaan besek bukan sekadar nostalgia era 90-an, melainkan solusi realistis di tengah mahalnya harga kantong plastik. Selain lebih hemat, bahan seperti bambu dan daun pisang juga mudah ditemukan di kampung.
"Yang pasti menghemat, karena plastik sedang mahal. Kalau di kampung banyak bahan, daun pisang juga gampang dicari," ujar Idan Nugraha, panitia kurban setempat, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, besek yang digunakan juga bisa dimanfaatkan kembali oleh penerima daging kurban untuk kebutuhan rumah tangga lain. Sementara daun pisang dinilai jauh lebih ramah lingkungan karena mudah terurai dan tidak berubah menjadi warisan abadi di sungai.
Fenomena ini seolah menjadi sindiran halus bagi kehidupan modern yang terlalu bergantung pada plastik sekali pakai. Ketika kota sibuk menggelar kampanye pengurangan sampah dengan baliho berbahan vinyl, warga kampung justru diam-diam sudah lebih dulu menjalankan praktik minim sampah secara nyata.
Bagi masyarakat setempat, penggunaan besek dan daun pisang bukan sesuatu yang aneh. Sebaliknya, kemasan tradisional tersebut dianggap lebih etis dan lebih pantas saat membagikan daging kurban kepada warga.
Selain mengurangi biaya, langkah ini juga diharapkan dapat menekan kebiasaan membuang sampah plastik sembarangan ke sungai yang selama ini menjadi masalah lingkungan di sejumlah daerah.
Di tengah mahalnya harga kebutuhan dan meningkatnya kesadaran lingkungan, warga pelosok Garut justru membuktikan bahwa solusi kadang tidak selalu datang dari teknologi canggih. Kadang jawabannya sudah lama ada di dapur nenek moyang.*****
Artikel Terkait
HUT Kota Jambi ke-80: Janji Program Sosial Ikut Berbaris di Lapangan Upacara Sampai Pemberian Beasiswa Bagi 3.000 siswa kurang mampu
Opsgab Pajak Garut Bongkar Fakta Mengejutkan: Ada Warga Baru Ingat Pajak Kendaraan Setelah 13 Tahun
TMMD Garut 2026 Jadi “Festival Cetak KTP”: Warga Malangbong Akhirnya Tak Perlu Ziarah ke Kantor Disdukcapil
Garut Darurat Obat Keras? Saat Generasi Muda Cari “Pelarian”, Pemkab Baru Sibuk Cari Regulasi
Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Malangbong: Saat Semangat Persatuan Diuji Harga Pupuk dan Isi Dompet
TMMD Datang Bawa Harapan, Rumah Nyaris Roboh Disulap Jadi Hunian Layak, Ibu Uun “Ini Bukan Mimpi, Ini ”
Sekda Jabar “Ikut Campur” dan Sebut PKL Pasar Baru Garut Tidak Indah Untuk Dilihat, Rawink Rantik Sentil Anggaran Miliaran Rupiah
Hari Jadi Tatar Sunda 2026: Drama Pajajaran Disutradarai Wong Majapahit, KDM Sindir Warisan Dendam dan Utang Negara
Bupati Garut Kunjungi PLTP Kamojang: Saat Kota Panas Bumi Tak Lagi Identik dengan Drama Politik, Tapi Energi Hijau
Penutupan TMMD 128 di Malangbong: Jalan Desa Dibuka, Sambutan Pejabat Mengalir Lebih Panjang dari Cor Beton