LOCUSonline - Di tengah derasnya arus konten yang membuat jempol bekerja lebih keras daripada kaki melangkah, generasi muda di Kabupaten Garut diajak membuktikan bahwa media sosial tidak harus berakhir sebagai tempat berburu tren dan validasi semata. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan GEN Z Space Vol.4 bertajuk "Menggerakan Suara Digital Menuju Real Impact" yang digelar di Aula Rektorat Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Tarogong Kidul, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) IPI Garut tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengubah energi digital menjadi kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
Membuka acara tersebut, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Ega Mahesa Suardi, menyoroti besarnya pengaruh digitalisasi terhadap kehidupan masyarakat, terutama Generasi Z yang tumbuh di tengah banjir informasi tanpa jeda.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital bukan sekadar tren yang datang dan pergi seperti tantangan viral mingguan, melainkan perubahan besar yang harus disikapi secara cerdas.
"Kemajuan teknologi dan digitalisasi memberikan dampak yang sangat besar. Karena itu masyarakat, khususnya generasi muda, harus mampu memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab," ujar Ega.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan GEN Z Space Vol.4 dan menegaskan bahwa Diskominfo Garut siap membuka ruang dialog dengan mahasiswa terkait pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Rektor IPI Garut, Lucky Rahayu Nurjamin, menilai kegiatan tersebut sebagai salah satu program unggulan mahasiswa yang memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Garut.
Di saat banyak orang sibuk memperdebatkan dampak media sosial dari balik layar, menurut Lucky, kegiatan semacam ini justru menghadirkan langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas generasi muda.
"Apa yang dilakukan hari ini merupakan upaya konkret dalam meningkatkan kualitas SDM, sekaligus membekali mahasiswa agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman," katanya.
Baca Juga: Kasus DBD Garut Meledak, Nyamuk Diduga Sudah Lebih Rajin dari Warga Jalankan Program 3M
Lucky berharap para peserta tidak hanya menjadi pengguna media digital yang aktif, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara santun, produktif, dan bernilai ekonomi maupun sosial.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (BEM KBM) IPI Garut, Ahmad Saeful Irham. Ia menilai panitia berhasil menghadirkan forum edukatif yang memberi ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para narasumber yang kompeten.
"Ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa, baik untuk lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Semoga ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana GEN Z Space Vol.4, Salsabila, mengungkapkan bahwa tema acara sengaja dipilih untuk menjawab stereotipe yang kerap melekat pada Generasi Z. Selama ini, generasi yang lahir di era internet tersebut sering dicap aktif membuat konten, namun minim aksi di lapangan.
Artikel Terkait
Hari Jadi Tatar Sunda 2026: Drama Pajajaran Disutradarai Wong Majapahit, KDM Sindir Warisan Dendam dan Utang Negara
Bupati Garut Kunjungi PLTP Kamojang: Saat Kota Panas Bumi Tak Lagi Identik dengan Drama Politik, Tapi Energi Hijau
Penutupan TMMD 128 di Malangbong: Jalan Desa Dibuka, Sambutan Pejabat Mengalir Lebih Panjang dari Cor Beton
Harga Plastik Naik, Warga Garut Kembali ke “Teknologi Leluhur” Pakai Besek untuk Daging Kurban
Kasus DBD Garut Meledak, Nyamuk Diduga Sudah Lebih Rajin dari Warga Jalankan Program 3M
Rumah Layak Huni Astra di Garut: Saat Petani Akhirnya Tak Lagi Bertaruh dengan Atap Bocor
Sertifikasi Halal Garut Digenjot: UMKM Diminta Jangan Kalah dari Produk Korea yang Sudah “Lebih Syariah”
Sertifikat Alun-alun Limbangan Akhirnya Keluar, Setelah Bertahun-tahun Tanah Publik Nyaris Seperti Status Hubungan Tanpa Kepastian
Antisipasi Gagal Panen Saat Kemarau, 1.837 Hektare Sawah di Garut Diasuransikan Petani Tak Lagi Hanya Bertaruh pada Awan
Hibah Rp2,15 Miliar untuk Kejari Garut Diprotes Mahasiswa, Independensi Penegakan Hukum Jadi Sorotan