LOCUSonline, GARUT - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2026 di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026), tak hanya dipenuhi kegiatan pembangunan jalan dan gotong royong. Tahun ini, warga juga kedatangan pasukan penyelamat administrasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut yang membuka layanan langsung di lokasi kegiatan.
Bagi masyarakat desa, kehadiran layanan administrasi keliling ini terasa seperti kabar gembira nasional. Sebab biasanya, mengurus KTP atau Kartu Keluarga identik dengan perjalanan jauh ke pusat kota, ongkos tambahan, hingga drama fotokopi yang selalu kurang satu lembar.
Melalui layanan jemput bola tersebut, Disdukcapil Garut melayani perekaman dan pencetakan KTP elektronik, penerbitan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, hingga akta kematian langsung di GOR Desa Mekarmulya.
Hasilnya, sejak pagi warga berdatangan membawa map plastik andalan masing-masing demi memastikan identitas mereka akhirnya diakui negara tanpa harus menempuh perjalanan panjang.
Kepala Disdukcapil Garut Rena Sudrajat mengatakan keterlibatan pihaknya dalam TMMD merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pelayanan publik hingga ke pelosok desa.
Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak memperoleh dokumen kependudukan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Administrasi Kependudukan.
"Administrasi kependudukan diarahkan untuk memenuhi hak asasi setiap orang tanpa diskriminasi pelayanan publik dan profesional," ujar Rena.
Dalam kegiatan tersebut, Disdukcapil mencatat 11 warga melakukan perekaman KTP elektronik, 77 keping KTP dicetak, 59 dokumen KK diterbitkan, 58 akta kelahiran selesai diproses, serta satu akta kematian diterbitkan.
Meski terdengar administratif, angka-angka itu sebenarnya cukup penting. Sebab di era modern, seseorang bisa dikenal satu kampung sejak lahir, tetapi tetap dianggap belum resmi ada jika belum punya dokumen kependudukan lengkap.
Warga pun menyambut positif pelayanan tersebut. Banyak yang mengaku terbantu karena proses pengurusan berlangsung cepat, transparan, dan gratis. Tiga kata yang bagi sebagian masyarakat kadang terdengar lebih langka dibanding jalan mulus di daerah terpencil.
Selain melayani administrasi, Disdukcapil juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan yang valid dan lengkap. Sebab, di zaman serba digital, urusan bantuan sosial hingga layanan kesehatan sering kali kalah oleh satu pertanyaan sederhana “KTP dan KK-nya ada?”
Melalui kolaborasi bersama TMMD, Pemerintah Kabupaten Garut berharap pelayanan publik tidak lagi hanya berhenti di slogan, tetapi benar-benar hadir sampai ke desa-desa yang selama ini lebih akrab dengan antrean daripada kemudahan layanan.*****
Artikel Terkait
Musim Kemarau Diprediksi Panjang, Pemkab Garut Siapkan 95 Pompa Air: Sawah Jangan Sampai Tinggal Kenangan
Cetak Sawah Baru 100 Hektare di Garut, Tanah Kosong Disulap Jadi Harapan Swasembada Pangan
Program Pajero Disdukcapil Garut: Saat Petugas Jemput Bola demi KTP ODGJ yang Selama Ini Tak Terlihat Negara
Libur Sekolah Bukan Rebahan: Anak-Anak Desa Cikadongdong Pilih Angkat Batu Demi Jalan Kampung Agar Tak Lagi Mirip Kubangan
Pondok Pesantren di Garut Diserbu Massa, Dugaan Kekerasan Seksual Guru Ngaji Picu Amarah Warga
Jalan Desa Mekarmulya Dibangun Gotong Royong: Saat Warga Bergerak, Aspal Tak Lagi Sekadar Janji Musiman
TMMD Kodim 0611 Garut Bangun Jalan Desa Mekarmulya: Kini Kakek Pengrajin Gula Aren Tak Lagi Bertaruh Nyawa di Jalan Licin
FKRWG Garut Luncurkan Aplikasi Asdes: Saat RT dan RW Mulai Masuk Era Digital, Warga Tak Lagi Harus Fotokopi Surat Berkali-kali
Remaja Desa Mekarmulya Pilih Angkut Batu untuk TMMD daripada Sibuk Joget Konten Media Sosial
HUT Kota Jambi ke-80: Janji Program Sosial Ikut Berbaris di Lapangan Upacara Sampai Pemberian Beasiswa Bagi 3.000 siswa kurang mampu