LOCUSonline - Di tengah deretan janji pembangunan yang sering kali lebih cepat muncul di baliho dibanding realisasi di lapangan, warga Garut Selatan akhirnya mendapat kabar baik yang benar-benar bisa disentuh oleh program rumah layak huni. Bukan sekadar maket proyek atau spanduk bertuliskan menuju sejahtera, melainkan bangunan nyata yang setidaknya mampu membuat penghuninya tidur tanpa waswas ditemani ember penampung air hujan.
Momentum itu terlihat dalam kegiatan serah terima Rumah Layak Huni (RLH) Astra sekaligus peresmian Ecobiz Desa Sejahtera Astra (DSA) Garut di Kampung Halimun, Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Kamis (28/5/2026).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengungkapkan bahwa Kabupaten Garut dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa masih menghadapi pekerjaan rumah yang tidak kecil. Dari persoalan kemiskinan ekstrem hingga sekitar 22 ribu keluarga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, daftar tantangan sosial di wilayah itu tampaknya lebih panjang daripada antrean bantuan saat musim pemilu.
"Sebanyak 35 persen penduduk masuk kategori desil satu. Ini angka yang besar, sehingga persoalan ekonomi di Pakenjeng memang berat," ujar Syakur.
Pernyataan itu seolah menjadi pengingat bahwa di beberapa wilayah, kata survive bukan slogan motivasi media sosial, melainkan rutinitas harian masyarakat.
Baca Juga: Kasus DBD Garut Meledak, Nyamuk Diduga Sudah Lebih Rajin dari Warga Jalankan Program 3M
Pemerintah Kabupaten Garut pun menyambut baik keterlibatan pihak swasta dalam membantu persoalan tersebut. Syakur mengaku terharu atas bantuan PT Astra International Tbk yang membangun rumah layak huni bagi masyarakat Garut Selatan.
"Ketika mendengar Astra membantu masyarakat Pakenjeng, kami sangat berterima kasih. Ke depan, pintu kami terbuka untuk pembangunan rumah layak huni di kecamatan lain," katanya.
Sementara itu, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto, menjelaskan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan petani melalui program Desa Sejahtera Astra.
Secara total, Astra membangun 250 unit rumah layak huni, terdiri dari 165 unit di Banyumas dan 85 unit di Garut. Di Garut sendiri, bantuan tersebar di Desa Telagawangi, Margamulya, Jayamekar, dan Cikandang.
Boy berharap rumah-rumah tersebut bukan hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga ruang tumbuh harapan bagi keluarga petani. Sebab selama ini, banyak petani yang akrab dengan hasil panen, tetapi belum tentu akrab dengan kenyamanan tempat tinggal.
"Kami berharap rumah ini menjadi tempat tumbuhnya mimpi, harapan, dan rasa aman bagi para petani binaan," ujar Boy.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI juga ikut memberikan apresiasi. Direktur Penyusunan Sistem Pembiayaan Perumahan dan Kawasan Permukiman, R. Haryo Bekti Martoyoedo, menyatakan pemerintah siap mendukung keberlanjutan program tersebut melalui koordinasi teknis dan regulasi.
Di sisi lain, Ernawati, salah seorang penerima manfaat, mengaku bersyukur atas bantuan rumah yang diterimanya. Bagi sebagian warga, rumah layak huni bukan sekadar bangunan, melainkan kemewahan yang selama ini hanya terlihat di iklan kredit properti.
Artikel Terkait
TMMD Garut 2026 Jadi “Festival Cetak KTP”: Warga Malangbong Akhirnya Tak Perlu Ziarah ke Kantor Disdukcapil
Garut Darurat Obat Keras? Saat Generasi Muda Cari “Pelarian”, Pemkab Baru Sibuk Cari Regulasi
Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Malangbong: Saat Semangat Persatuan Diuji Harga Pupuk dan Isi Dompet
TMMD Datang Bawa Harapan, Rumah Nyaris Roboh Disulap Jadi Hunian Layak, Ibu Uun “Ini Bukan Mimpi, Ini ”
Sekda Jabar “Ikut Campur” dan Sebut PKL Pasar Baru Garut Tidak Indah Untuk Dilihat, Rawink Rantik Sentil Anggaran Miliaran Rupiah
Hari Jadi Tatar Sunda 2026: Drama Pajajaran Disutradarai Wong Majapahit, KDM Sindir Warisan Dendam dan Utang Negara
Bupati Garut Kunjungi PLTP Kamojang: Saat Kota Panas Bumi Tak Lagi Identik dengan Drama Politik, Tapi Energi Hijau
Penutupan TMMD 128 di Malangbong: Jalan Desa Dibuka, Sambutan Pejabat Mengalir Lebih Panjang dari Cor Beton
Harga Plastik Naik, Warga Garut Kembali ke “Teknologi Leluhur” Pakai Besek untuk Daging Kurban
Kasus DBD Garut Meledak, Nyamuk Diduga Sudah Lebih Rajin dari Warga Jalankan Program 3M