| Wilayah | Kota |
|---|---|
| Sumatera | Banda Aceh, Medan |
| Jawa | Surabaya |
| Kalimantan | Samarinda |
| Bali & Nusa Tenggara | Denpasar, Mataram |
| Sulawesi | Makassar |
| Maluku | Ambon |
Peta Konvergensi: Dari Aceh hingga Papua
BMKG menjelaskan bahwa daerah konvergensi memanjang di sejumlah wilayah berikut:
| Wilayah Konvergensi |
|---|
| Sumatera Utara hingga Aceh |
| Perairan barat Aceh, barat Bengkulu, Samudra Hindia Bengkulu |
| Riau hingga Sumatera Utara, Bengkulu hingga Sumatera Barat |
| Sumatera Selatan hingga Jambi |
| Perairan utara Jawa Barat hingga Lampung |
| Jawa Tengah hingga Jawa Barat, Jawa Barat hingga pesisir selatan Banten |
| Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur |
| Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Tengah |
| Kalimantan Selatan |
| Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Barat |
| Maluku |
| Papua hingga Papua Barat |
Kondisi ini menjadi pemicu utama pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur konvergensi.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
| Imbauan | Keterangan |
|---|---|
| Waspada banjir dan longsor | Terutama di daerah rawan bencana |
| Hindari berteduh di bawah pohon besar | Risiko pohon tumbang saat angin kencang |
| Matikan perangkat elektronik | Saat terjadi petir di dekat lokasi |
| Pantau informasi terkini | Melalui kanal resmi BMKG (web, aplikasi, medsos) |
Fenomena Godzilla El Nino: Musim Kemarau Lebih Panjang
Sebelumnya pada Jumat (3/4/2026), BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha memprediksi fenomena Godzilla El Nino berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang di Provinsi Jambi pada 2026.
"Kondisi cuaca di Provinsi Jambi saat ini masih berada pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau dengan pola yang fluktuatif," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga.
Fenomena ini ditandai dengan:
- Cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari
- Potensi hujan sporadis pada sore hingga malam atau dini hari
Masyarakat diimbau untuk menghemat air dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dari biasanya.
Informasi Lebih Lanjut
Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca terkini melalui: