LOCUSONLINE, GARUT – Masalah banjir yang kerap melanda kawasan depan Kantor Desa Malangbong, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, kini kian meresahkan. Buruknya sistem drainase dituding menjadi penyebab utama air meluap ke badan jalan setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (25/04/2026), saluran pembuangan air atau got di lokasi tersebut dinilai terlalu sempit. Ketidakmampuan drainase dalam menampung debit air mengakibatkan banjir yang tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga memicu kerusakan infrastruktur jalan secara masif.
Infrastruktur Jalan Mulai Hancur
Dampak dari genangan air yang terus berulang membuat aspal di depan kantor desa mulai terkelupas, hancur, dan dipenuhi lubang yang membahayakan pengguna jalan. Warga setempat mengaku kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa ada penanganan serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Baca Juga: Inspektorat Jabar: Korupsi Jangan Buru-buru Dipenjara, Dicicil Dulu 60 Hari
“Kalau hujan deras, air pasti meluap ke jalan. Sekarang jalannya juga sudah rusak parah. Kami bingung harus mengadu ke siapa,” keluh salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Masyarakat Tagih Solusi Nyata
Kekecewaan warga pun memuncak. Mereka mempertanyakan komitmen para pemangku kebijakan yang dianggap lambat dalam merespons keluhan masyarakat. Hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah nyata untuk memperbaiki sistem saluran air maupun pengaspalan ulang jalan yang rusak.
Masyarakat mendesak agar pemerintah desa dan instansi teknis segera melakukan Normalisasi drainase dengan memperlebar dan membersihkan saluran air agar mampu menampung debit air hujan. Selain itu, perbaikan jalan juga sangat diperlukan setidaknya dengan menambal atau mengaspal ulang lubang-lubang jalan demi menjamin keselamatan pengendara.
Warga khawatir jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan akan semakin parah mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang dari Pemerintah Desa Malangbong maupun dinas terkait di Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi mengenai rencana perbaikan atau solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut. (Riyadi)