berita-daerah

May Day di Bandung Mencekam: Massa 'Hitam' Susup Demo Mahasiswa, Pos Polisi Dirusak!

Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:58 WIB
Foto : pos polisi simpang dago bandung dibakar masa aksi (Foto : Asep Locus/Tim Bdg)

LOCUSONLINE, BANDUNG – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung, Jawa Barat, yang semula berlangsung damai, harus berakhir dengan ketegangan. Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa pada Jumat (1/5/2026) tersebut berubah menjadi kericuhan setelah disusupi oleh massa berpakaian serba hitam saat hari menjelang malam.

Sejak pagi hingga sore hari, massa mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung sebenarnya melakukan penyampaian aspirasi secara tertib di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Ada tujuh tuntutan utama yang mereka suarakan, dengan fokus mendesak pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru demi menjamin keamanan kerja serta jaminan sosial bagi para buruh.

Namun, situasi kondusif tersebut mendadak berubah mencekam memasuki petang hari.

Baca Juga: Dago Berdarah, Polsek Coblong Amnesia? Luka 70 Jahitan Belum Cukup Seret Pelaku ke Penjara

Kronologi Kericuhan: Blokade Jalan hingga Perusakan Pos Polisi

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketegangan mulai pecah di kawasan Simpang Tamansari Dago dan Jalan Cikapayang. Sekelompok massa tak dikenal yang mengenakan atribut serba hitam mulai melakukan tindakan provokatif dengan memblokade arus lalu lintas.

Aksi anarkis pun tak terhindarkan. Massa tersebut terpantau melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas umum (fasum), di antaranya perusakan Videotron di kawasan Jalan Simpang Tamansari, perusakan Pos Polisi di titik yang sama, dan  pembakaran Water Barrier di tengah jalan untuk menutup total akses kendaraan.

Penjelasan Kapolda Jabar: Kelompok Tak Dikenal Telah Bersiap

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, menegaskan bahwa kelompok yang memicu kerusuhan bukanlah berasal dari elemen buruh maupun mahasiswa yang sedang berdemonstrasi.

"Ternyata pada sore hari menjelang malam terlihat sekitar 150-an massa tidak dikenal dengan ciri berpakaian hitam dan menutup muka untuk menghindari identifikasi identitas," ujar Rudi kepada media, Sabtu (2/5/2026).

korupsiBaca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Perawat hingga Bayi Hampir Tertukar di RSHS Bandung

Pihak kepolisian menduga aksi ini telah direncanakan sebelumnya. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya berbagai benda berbahaya yang dibawa oleh massa berpakaian hitam tersebut, termasuk bahan bakar yang disiapkan sebagai bom molotov.

"Mereka membawa botol berisi minyak atau bahan bakar lengkap dengan sumbunya—dengan kata lain itu molotov. Selain itu, mereka juga membawa benda-benda keras untuk merusak lampu lalu lintas dan sarana publik lainnya," jelas Irjen Rudi.

Kondisi Terkini

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi kelompok misterius tersebut. Kapolda menegaskan bahwa kegiatan penyampaian aspirasi yang resmi sebenarnya hanya terkonsentrasi di kawasan Jatinangor dan lingkungan DPRD Jabar, sehingga aksi di luar titik tersebut dipastikan sebagai gangguan keamanan murni.

Halaman:

Tags

Terkini