berita-daerah

Hari Lahir Pancasila 2026 di Garut: Saat Nilai Leluhur Diminta Turun dari Dinding Kantor dan Kembali Hidup di Tengah Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:25 WIB
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 (Foto: Dok. Diskominfo Garut)

LOCUSonline - Di tengah derasnya arus teknologi, perang informasi, dan dunia yang semakin sibuk memperdebatkan masa depan, Pemerintah Kabupaten Garut mengingatkan publik agar tidak melupakan fondasi yang selama ini menjadi perekat bangsa. Momentum itu disampaikan dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Senin (1/6/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin langsung upacara tersebut sekaligus membacakan amanat resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah yang dibacakan setiap tahun, melainkan kompas moral yang harus tetap relevan menghadapi tantangan zaman.

Peringatan tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia", sebuah pesan yang terdengar sederhana namun menyimpan sindiran halus bagi dunia yang semakin sering menyelesaikan perbedaan dengan konflik daripada dialog.

Menurut Abdusy Syakur, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bukan hanya penting untuk menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi universal dalam menciptakan perdamaian global.

"Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjaga persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan," ujar Abdusy saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding era para pendiri bangsa. Disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, polarisasi sosial, hingga dinamika geopolitik internasional menuntut bangsa ini memiliki pegangan yang kokoh agar tidak kehilangan arah.

Baca Juga: GEN Z Space Vol.4 di Garut: Saat Generasi yang Dituding Cuma Jago Scroll Diajak Membuktikan Dampak Nyata

Ironisnya, di saat teknologi semakin canggih, nilai-nilai kebangsaan justru kerap diperlakukan seperti pajangan seremonial yang dipasang rapi di ruang rapat, tetapi jarang diterjemahkan dalam tindakan nyata.

Karena itu, Abdusy menegaskan bahwa Pancasila harus kembali ditempatkan sebagai jangkar moral bangsa.

"Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik yang terus berubah," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti tanggung jawab Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia untuk terus memperjuangkan perdamaian, keadilan sosial dan kemerdekaan sebagaimana amanat konstitusi.

Namun pesan paling kuat dalam upacara tersebut tampaknya diarahkan kepada generasi muda. Di tengah era media sosial yang sering menjadikan identitas bangsa sekadar konten dan tren sesaat, Abdusy mengajak anak muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang benar-benar hidup dalam keseharian."Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Jadikan ia sebagai ideologi yang hidup dan membimbing tindakan kita sehari-hari," katanya.

Pesan itu seolah menjadi pengingat bahwa tantangan terbesar Pancasila saat ini bukan datang dari luar negeri, melainkan dari kebiasaan sebagian masyarakat yang menghafalnya setiap upacara, tetapi kerap lupa mengamalkannya setelah acara selesai.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Pemerintah Kabupaten Garut berharap nilai-nilai kebangsaan tersebut tidak berhenti sebagai simbol negara, melainkan terus hadir dalam praktik kehidupan sosial, politik, dan budaya masyarakat.

Sebab pada akhirnya, ancaman terhadap Pancasila bukanlah ketika orang berhenti membacanya, melainkan ketika bangsa ini masih rajin mengucapkannya tetapi semakin jarang menjalankannya.*****

Tags

Terkini