[Locusonline.co] Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mematangkan skema pemberdayaan keluarga penerima manfaat bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dalam operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat lokal sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan bahwa pelaksanaan program harus mengedepankan kejujuran, kerja maksimal, dan orientasi solusi. Capaian program harus disampaikan secara realistis sesuai kemampuan di lapangan.
"Yang terpenting adalah kerja maksimal, jujur dengan kemampuan yang ada, dan tetap menghadirkan solusi agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata dia saat menerima Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota, di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (14/4/2026).
Pembahasan Komprehensif: Kelembagaan hingga Digitalisasi
Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara komprehensif kesiapan implementasi program, meliputi:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Skema kelembagaan | Struktur organisasi dan tata kelola koperasi |
| Rekrutmen tenaga kerja | Prioritas penerima PKH |
| Pelatihan | Pelatihan berjenjang untuk tenaga operasional |
| Sistem distribusi | Alur barang dari produsen ke koperasi desa |
| Digitalisasi koperasi | Sistem terintegrasi dari pusat hingga desa |
Apresiasi untuk Koperasi Desa Merah Putih
Saifullah mengapresiasi konsep Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai sederhana namun fungsional. Desain koperasi memungkinkan pemanfaatan sebagai:
- Gudang penyimpanan barang
- Outlet distribusi untuk menjual kebutuhan pokok
- Pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa secara efisien dan tidak berbelit
Prioritas Penerima PKH sebagai Tenaga Kerja
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota, menjelaskan bahwa implementasi program dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat lokal. Penerima PKH menjadi prioritas utama dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
"Kami turun langsung ke masyarakat dan berdialog dengan penerima PKH. Yang terpenting adalah kejujuran dan pengalaman dasar. Program ini membuka peluang bagi mereka untuk berdaya," kata Joao.