Masalahnya, ASEAN selama ini sering dianggap terlalu sibuk rapat dan menghasilkan pernyataan normatif tanpa tindakan konkret. Karena itu, publik tentu berharap penguatan kawasan kali ini tidak berhenti di meja konferensi dan jamuan makan malam diplomatik semata.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi persiapan menuju agenda Leaders’ Retreat antara Indonesia dan Singapura. Selain mengevaluasi kerja sama yang sudah berjalan, kedua negara juga membahas arah hubungan jangka panjang, termasuk persiapan keketuaan ASEAN mendatang.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Tidak terlalu kaku, tidak terlalu formal, dan tampaknya kedua menteri sama-sama paham bahwa dunia saat ini terlalu rumit untuk dihadapi dengan ego nasional masing-masing.
Di tengah ekonomi global yang goyah dan geopolitik yang makin panas, Indonesia dan Singapura tampaknya mulai sadar, tetangga yang saling membantu jauh lebih berguna dibanding tetangga yang hanya saling curiga.*****
Artikel Terkait
Terkena Imbas SE Gubernur Jabar, Apersi Garut Berharap Moratorium Perizinan Perumahan Segera Dicabut
TIGA MENU ANDALAN NASI PECEL BU JULIA LENGKAPI KULINER GARUT
RM BARAYA CABANG CISURUPAN GARUT SAJIKAN KULINER SUNDA, JAWA TENGAH & JAWA TIMUR
Menuju Pasar Berwajah Modern dan Berhati Tradisonal, P3WS Akan Lakukan Reformasi Tata Kelola Pasar Samarang
Event Jawa Barat Maret 2026 Dongkrak Ekonomi Rp164 Miliar: Wisata Ramai, Parkir dan Antrean Ikut Berjaya
Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, China Diam-Diam Jadi Penopang Nafas Saat Modal Asing Lain Angkat Koper
Holding Ultra Mikro BRI Cetak 1,2 Juta Debitur Naik Kelas, Warung Kecil Mulai Belajar Jadi Sultan Ekonomi Kerakyatan
Di Kota Garut Jualan Hingga Pukul 02.00 Subuh, Seafood Ronggolawe Sugeng Rawuh Laris Manis Karena Sambal Dadakannya
Ekonomi Indonesia Ditopang Sektor Pertanian: Saat Cabai Tak Mengamuk, Inflasi Pun Mendadak Santun
Jadwal Pencairan Bansos BPNT Mei 2026 Tahap 2: Panduan Lengkap untuk Penerima Manfaat