Di sisi lain, pengamat komunikasi politik Universitas Brawijaya, Verdy Firmantoro, menilai pernyataan pemerintah terkait dolar dan masyarakat desa berpotensi menimbulkan kontroversi. Menurutnya, publik tidak hanya mendengar isi pesan, tetapi juga menilai sensitivitas pejabat terhadap keresahan masyarakat.
"Publik membaca pernyataan itu bukan sebagai penjelasan teknis, tetapi sebagai tanda adanya jarak empati antara elite dan realitas masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat desa tetap terdampak pelemahan rupiah melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, pupuk, logistik, hingga biaya produksi sehari-hari. Karena itu, komunikasi pemerintah dinilai perlu lebih berhati-hati agar tidak terkesan menyederhanakan persoalan ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat.
Verdy juga mengingatkan bahwa dalam situasi ekonomi yang penuh tekanan, pemerintah seharusnya tidak hanya menyampaikan narasi semua baik-baik saja, tetapi juga menjelaskan langkah konkret yang sedang dilakukan agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Di era media sosial saat ini, satu kalimat pejabat bisa bergerak lebih cepat dibanding stabilisasi pasar. Akibatnya, komentar soal rakyat desa yang tidak memakai dolar justru lebih ramai diperbincangkan dibanding tujuh langkah intervensi ekonomi yang sudah disiapkan pemerintah.*****
Artikel Terkait
Jadwal Pencairan Bansos BPNT Mei 2026 Tahap 2: Panduan Lengkap untuk Penerima Manfaat
Ekonomi RI Mau Didorong Tembus 6 Persen, Kemenkeu Siapkan Stimulus: Bank Jangan Cuma Gemuk di Neraca
Indonesia–Singapura Kompak Hadapi Krisis Global: Saat Tetangga Dipaksa Akur Karena Dunia Lagi Berisik
Tanaman Hias Naik Kasta: Dulu Cuma Pajangan Teras, Kini Jadi Simbol Gaya Hidup Hijau dan Bisnis Miliaran
Daya Beli Melemah? Warung Madura Mulai Jadi “Sensor Ekonomi” Rakyat Kecil
Mekeu Sebut Konsumsi Rumah Tangga Jadi “Pahlawan” Ekonomi RI 2026, Pemerintah Klaim Daya Beli Masih Perkasa Meski Warung Mulai Sepi
Ekonomi RI Tumbuh 5,6 Persen, Tapi Dompet Rakyat Masih Diajak Sabar: Pemerintah Genjot Belanja, Dunia Kasih Tekanan
Harga Beras di Garut Terancam Naik: Tikus Panen Duluan, Emak-Emak Diminta Siapkan Dompet Cadangan
AHY Bicara Infrastruktur Hijau: Jangan Sampai Gunung Dikeruk, Banjir yang Panen
Libur Kenaikan Yesus 2026 Bikin Jalan Tol Seperti Karnaval : 487 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek