Kamis, 4 Juni 2026

Kopi Garut Dilirik Jepang, Tapi Petani Diingatkan: Aroma Floral Saja Belum Cukup untuk Menembus Pasar Premium

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:05 WIB
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini Ai)
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini Ai)

"Jika Jepang butuh kopi berkualitas tinggi, maka petani harus mendapat pendampingan langsung, bukan hanya melalui program umum. Selama ini tantangan terbesar kami adalah stabilitas hasil panen dan biaya produksi," ujarnya.

Ia juga menyoroti kenyataan bahwa reputasi kopi Garut yang terus naik di pasar internasional belum selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

"Kami bangga kopi Garut dilirik Jepang, tapi kalau tidak ada kebijakan harga minimum atau model kontrak yang jelas, petani tetap akan berada di posisi paling lemah," katanya.

Bupati Syakur menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan manfaat ekonomi dari ekspor kopi tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar atau eksportir.

"Kopi Garut semakin diperhatikan di luar negeri. Yang sedang kita rumuskan adalah bagaimana nilai tambah itu tidak berhenti di tingkat eksportir saja, melainkan sampai ke petani," tegasnya.

Fenomena ini menjadi gambaran bahwa jalan menuju pasar Jepang tidak hanya ditentukan oleh harum aroma kopi. Negeri Sakura tampaknya ingin memastikan setiap biji kopi memiliki riwayat yang jelas, proses yang rapi, dan kualitas yang konsisten.

Dengan kata lain, kopi Garut sudah berhasil membuat Jepang menoleh. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka tidak sekadar menoleh, tetapi benar-benar membeli dan kembali memesan.*****

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X