Kamis, 4 Juni 2026

Dolar AS Nyaris Rp18.000, Kelas Menengah Diminta Puasa Belanja: Saat Keranjang Online Tak Lagi Bersahabat

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Minggu, 31 Mei 2026 | 14:05 WIB
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini Ai)
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini Ai)

"Harus lebih ketat dalam konsumsi, terutama untuk barang-barang yang berasal dari impor," kata Tauhid.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, jika sebelumnya keranjang belanja online dipenuhi barang karena diskon, kini mungkin saatnya bertanya sekali lagi, kebutuhan atau sekadar godaan algoritma?

2. Mengambil Kredit dengan Bunga Floating

Tauhid menyarankan masyarakat memilih fasilitas kredit dengan bunga tetap (fixed rate) agar tidak terdampak langsung oleh kenaikan suku bunga.

"Kalau punya cicilan, carilah yang bunganya tetap dan masih bisa dijangkau. Jangan memilih yang floating karena ketika suku bunga naik, cicilannya juga ikut naik," ujarnya.

Dengan kata lain, di tengah cuaca ekonomi yang tidak menentu, kepastian cicilan menjadi lebih berharga daripada janji bunga murah di awal kontrak.

3. Bergantung pada Satu Sumber Penghasilan

Selain mengendalikan pengeluaran, masyarakat juga diminta memperkuat sisi pendapatan.

Menurut Tauhid, kelas menengah perlu mulai mencari sumber penghasilan tambahan agar tetap memiliki daya tahan menghadapi tekanan ekonomi.

"Kalau hanya mengendalikan konsumsi tanpa ada tambahan pendapatan, tentu akan sulit. Karena itu perlu mencari peluang usaha atau sumber penghasilan lain yang bisa menambah pemasukan," jelasnya.

Ia menilai berbagai sektor jasa maupun usaha sampingan dapat menjadi alternatif untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga.

Baca Juga: Info IHSG Hari ini Melemah dan Investor Asing Angkat Kaki, Saham Perbankan Jadi Korban Utama Aksi Jual Akhir Pekan

Pandangan serupa disampaikan Founder dan Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak perilaku konsumtif ketika ketidakpastian ekonomi sedang meningkat.

"Kelas menengah harus menyiapkan payung sebelum hujan. Belilah barang yang benar-benar dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari dan jangan mudah tergoda promosi, terutama untuk barang impor," kata Bhima.

Menurutnya, kemampuan mengatur prioritas belanja akan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi keuangan rumah tangga di tengah gejolak nilai tukar.

Menguatnya dolar AS bukan sekadar angka yang bergerak di layar pasar keuangan. Dampaknya dapat merembet ke harga kebutuhan pokok, cicilan rumah, biaya usaha, hingga daya beli masyarakat.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X