ekonomi

Dibalik Kesuksesan Perumdam Tirta Intan, Ada Langkah Berani Direksi dan Dewas PDAM Penuh Resiko

Jumat, 18 Oktober 2024 | 18:11 WIB

LOCUSONLINE.CO, GARUT - Perusahaan Daerah Air Minum (perumdam) Tirta Intan Kabupaten Garut terus melakukan langkah nyata guna mewujudkan arti sebuah kesuksesan. Langkah demi langkah, inovasi dan berbagai gebrakan terus dilakukan guna mencapai impian. Walaupun banyak resiko dan rintangan yang dihadapi, namun semua Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) berhasil membangun dan menjaga kekompakan, sehingga mampu mengatasi berbagai persoalan yang tidak ringan.

-


Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Garut, tanggung jawab Perumdam Tirta Intan dipercayakan kepada tiga direksi yang dipimpin seorang Direktur Utama (dirut) dan dibantu oleh dua direksi lainnya yang sudah dibentuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yaitu Direktur Tekhnik (dirtek) dan Direktur Umum (dirum).

Melalui ketiga direksi ini perusahaan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) yang sudah disepakati. Dalam pertanggungjawabannya, ketiga direksi ini juga melaporkan setiap aktivitas perusahaan kepada Dewan Pengawas (dewas).

Dr. H. Aja Rowikarim adalah sosok yang kini menjadi pembicaraan banyak pihak. Pasalnya, semenjak dirinya dipercaya memimpin Perumda Air Minum Tirta Intan, maka banyak juga perubahan yang signifikan. Karena inovasi dan terobosannya, Perumda Tirta Intan bisa menutupi hutang kurang lebih Rp 7 miliar.

Selain itu, paradigma terhadap perusahaan pun menjadi berubah. Awalnya perusahaan yang lebih dikenal sebagai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), seringkali diplesetkan menjadi Perusahaan Daerah Anak Minantu, kini mulai dikenal sebagai perusahaan yang tegas.

Alasannya, karena pihak perusahaan sudah menerapkan SOP yang ketat tertkait perekrutan tenaga kerja. Perusahaan menuntut kepada setiap karyawannya untuk bekerja keras, profesional dan berlaku jujur. Apabila ada karyawan yang melakukan pelanggaran, maka akan langsung ditindak tegas.

"Alhamdulillah, plesetan nama PDAM yang awalnya disebut perusahaan daerah anak minantu kini sudah tidak ada lagi. Kami melakukan perubahan yang diawali dari Sumber Daya Manusia (SDM). Tanpa SDM yang handal, maka tidak mungkin akan ada peningkatan pelayanan. Pelayanan adalah target yang kita bangun. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang prima," ujar Dirut Perumdam Tirta Intan, Dr. H. Aja Rowikarim disela-sela kunjungannya ke SPAM Ciraab, Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut beberapa waktu lalu.

Impian dan cita-cita, kata Aja, dimiliki setiap orang. Pihaknya beserta seluruh jajaran Perumdam Tirta Intan yang mendapat masukan dan kekuatan dari Dewan Pengawas, juga memiliki impian serta cita-cita mewujudkan perusahaan yang sukses.

"Cita-cita kami adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dan masyarakat Garut. Sehingga kami bisa dipercaya oleh Pemkab Garut sebagai pemilik modal. Kami ingin bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah. Untuk mewujudkan pelayanan prima, maka perusahaan wajib membuat terobosan, inovasi dan langkah-langkah yang berani, agar mampu melawan semua jenis pelanggaran," tegas Aja.

Pada kesempatan itu, Aja tidak membantah pandangan miring terhadap perusahaan yang dipimpinnya. Menurutnya, apapun penilaian dari publik, baik yang bersifat positif maupun negatif merupakan suplemen yang bisa menjadi obat serta kekuatan bagi setiap perusahaan manapun, tidak terkecuali dengan Perumdam Tirta Intan.

"Selama perusahaan ini ada, maka penilaian negatif maupun positif itu pasti ada. Dan penilaian yang selama ini kami terima dari masyarakat masih banyak positifnya daripada negatifnya. Ada segelintir penilaian negatif, tetapi banyak juga penilaian yang positif. Ini semua merupakan dinamika, tinggal bagaimana kita mengaplikasikannya. Penilaian negatif bisa menjadi bahan evaluasi, sedangkan penilaian positif bisa menjadi motivasi," jelasnya.

-

Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Intan, Dadang Supriadi menegaskan, semua penilaian yang disampaikan masyarakat merupakan suplemen bagi pihak perusahaan. Selama ada masukan, kritikan bahkan pujian, maka selama itu pula ada wujud perhatian, maka perusahaan wajib bersyukur.

"Saya selalu menekankan bahwa kewajiban perusahaan adalah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya pelanggan. Ketersediaan dan distribusi air bersih sampai ke masyarakat harus lebih baik. Pelayanan harus selalu dievaluasi untuk mewujudkan pelayanan yang lebih baik. Ketika ada komplain, keluhan bahkan hinaan, harus kita sikapi dengan bijak," terangnya.

Sebagai leader di jajaran Dewan Pengawas PDAM Kabupaten Garut, Dadang Supriadi mengapresiasi kekompakan antara direksi dan dewan pengawas selama menjalankan tupoksinya. Pasalnya, karena kebersamaan yang terbangun perusahaan mampu melewati berbagai rintangan serta mampu mendapatkan keuntungan.

"Alhamdulillah dua tahun ini PDAM Garut sudah bisa menyelesaikan berbagai persoalan dimasa lalu. Tahun ini kami sudah mendapatkan keuntungan dan bisa memberikan bantuan kepada masyarakat. Baik bantuan secara langsung maupun melalui program.

"Belum lama ini kami sudah memberikam donasi BPJS Kesehatan kepada 50 warga di sekitar perusahaan. Selain itu, pada momen tertentu kami memberikan hadiah kepada pelanggan tepat bayar serta memberlakukan diskon kepada pelanggan baru," papar Dadang.

-
Bidang Hubungan Masyarakat dan Pelanggan (Hublang), Uceu Sri Yunita mengatakan, selama dua tahun kepemimpinan Dirut Perumda Tirta Intan sudah tercatat berbagai agenda yang sudah dilaksanakan dengan baik. Alhasil kinerja PDAM Tirta Intan meraih penilaian yang sangat membanggakan.

"Alhamdulillah, Perumdam Tirta Intan sudah melakukan beragam kegiatan yang sudah diagendakan sebelumnya. Kami merasa bahagia, karena tahun demi tahun kami bisa melewati berbagai persoalan yang selama ini kami hadapi. Yang lebih membanggakan kami mendapatkan penghargaan dan masuk 10 besar peringkat Provinsi Jabar atas nilai kinerja Kementerian PUPR dan mendapat penilaian nasional tertinggi, yang awalnya ada di peringkat ke 173 menjadi ke 90. Ini adalah pencapaian yang luar biasa," paparnya.

Berbagai penghargaan yang diperoleh Perumdam Tirta Intan disertai dengan pencapaian penilaian berdasarkan laporan Keuangan Akuntan Publik (KAP). Selain itu, berdasarkan opini audit atas laporan keuangan mampu mempertahankan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut.

"Perumdan Tirta Intan Garut selama 5 tahun berturut-turut sudah mampu mempertahankan opini WTP, ini adalah pencapain luar biasa. Namun demikian, perusahaan kami terus melakukan beragam inovasi agar bisa meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena sejatinya, penilaian terbaik itu ada pada tingkat kepuasan pelanggan," jelasnya. (Asep Ahmad)

Tags

Terkini