ekonomi

Badan Pusat Statistik Catat Ekspor dan Impor Jawa Barat Menurun di Awal Tahun 2025, Produksi Beras Diprediksi Meningkat Signifikan

Rabu, 5 Maret 2025 | 13:44 WIB
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus memberikan keterangan di Bandung, Senin (3/3/2025).

LOCUSONLINE, BANDUNG  - Badan Pusat Statistik Catat Ekspor dan Impor: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat aktivitas perdagangan Jawa Barat (ekspor dan impor) mengalami penurunan pada awal tahun 2025, tepatnya pada Januari. Rabu, 5 Maret 2025

Ekspor Jabar pada Januari tahun 2025, adalah sebanyak 3,02 miliar dolar AS, turun sebesar 3,93 persen dibandingkan Desember 2024. Sementara impor Jabar pada Januari 2025, sebanyak 1,08 miliar dolar AS, turun sebesar 7,88 persen dibandingkan Desember 2024.

"Penurunan pada ekspor terjadi pada barang kendaraan dan bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik, serta serat stafel buatan. Sementara pada impor penurunan terbesar terjadi pada kendaraan dan bagiannya, filamen buatan dan kain rajutan," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus.

Dengan nilai ekspor dan impor demikian, neraca perdagangan Jawa Barat masih tercatat suplus sebesar 1,94 miliar dolar AS pada Januari 2025. Akan tetapi, nilai ini tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 1,98 miliar dolar AS.

Pada tahun 2025 ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat memprediksi jumlah produksi beras di Jabar mengalami peningkatan hingga 40 persen, setelah pada 2024 lalu produksi beras mengalami penurunan.

Kepala BPS Jabar Darwis Sitorus menyampaikan hal itu berkat pengaruh dari program pompanisasi pada lahan-lahan pertanian kritis, sehingga bisa diprediksi setidaknya kuartal pertama 2025 ini akan ada peningkatan produksi secara signifikan.

"Saya bisa sampaikan kalau kita lihat, saat ini sudah ada perbaikan dan peningkatan data produksi ya sejak ada pompanisasi, secara perlahan terbukti. Diprediksi Januari sampai April 2025 peningkatan signifikan bahkan dibandingkan 2023," kata Darwis.

Produksi Beras Tahun 2024 Menurun

Diketahui, berdasarkan survei mereka, produksi beras di Jabar sepanjang tahun 2024 sebanyak 4,98 juta ton, turun sebesar 5,61 persen jika dibandingkan produksi beras 2023.

Berdasarkan pengamatan BPS, baik luas panen maupun produksi padi pada 2024 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2023 di mana luas panen pada 2024 seluas 1,48 juta hektare, turun sebesar 6,84 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 1,58 juta hektare.

Sementara, produksi padi pada 2024 sebanyak 8,63 juta ton gabah kering giling (GKG) atau turun sebesar 5,61 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 9,14 juta ton GKG.

Produksi Jagung Tahun 2024 Menurun

Sementara, untuk komoditas jagung, luas panen pada 2024 77,99 ribu hektare, mengalami kenaikan sebesar 1,42 persen dibandingkan 2023 yang hanya mencapai 76,90 ribu hektare.

Akan tetapi secara produksi, pada 2024 sebanyak 564,29 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 2,23 persen jika dibandingkan dengan 2023 yang mencapai 577 ribu ton.

BPS Jawa Barat terus memantau perkembangan ekonomi dan pertanian di Jawa Barat dan memberikan informasi terkini kepada publik.

Editor: Bhegin

Tags

Terkini