Menurut Rully, hal ini terjadi karena pasar saham dinilai lebih menarik seiring dengan ekspektasi membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, kekhawatiran akan inflasi dan kondisi fiskal membuat investor lebih berhati-hati untuk menaruh dananya di instrumen SBN.
Mata Tertuju pada Keputusan BI
Para pelaku pasar kini sedang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pada Rabu mendatang. Keputusan BI untuk mempertahankan atau mengubah suku bunga acuan dari level saat ini, 4,75%, akan menjadi katalis penting bagi pergerakan IHSG ke depan. (**)