ekonomi

Inflasi Jawa Barat Diprediksi Tembus 1% di Maret, Harga Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok

Kamis, 5 Maret 2026 | 14:14 WIB



Komoditas Penyumbang Inflasi Tertinggi





Berdasarkan data BPS, beberapa komoditas menjadi penyumbang utama inflasi di Jawa Barat pada Februari 2026:





KomoditasAndil Inflasi
Emas Perhiasan0,21%
Cabai Rawit-
Daging Ayam Ras-
Beras-
Bawang Merah-




Acuviarta menambahkan, lonjakan harga beberapa komoditas ini dipicu oleh faktor yang kompleks:






  • Beras: Kenaikan harga beras cenderung berlangsung jangka panjang, terlepas dari klaim swasembada. Per 26 Februari 2026, harga beras premium di Jabar mencapai Rp14.480 per kg, sementara beras medium Rp13.084 per kg .




  • Cabai Rawit: Mengalami gagal panen dan distribusi tidak merata akibat spekulasi pasar dan faktor cuaca .




  • Bawang Merah: Terdapat dugaan kesalahan antisipasi pada pasokan .




  • Daging Ayam Ras: Ikut andil dalam mendorong inflasi pangan .




  • Emas: Faktor global terus mendorong kenaikan harga emas, yang berdampak pada emas perhiasan .





Ancaman Tambahan: Harga BBM Nonsubsidi Naik





Situasi semakin kompleks dengan adanya tren kenaikan harga BBM nonsubsidi. Meskipun pada 1 Februari 2026, penurunan harga BBM nonsubsidi sempat sedikit menahan laju inflasi , ancaman ke depan tetap ada. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga energi global yang akan berdampak pada harga BBM dalam negeri.





Dampak terhadap Ekonomi Jabar dan Masyarakat





Acuviarta menyatakan kekhawatirannya terhadap potensi inflasi yang tidak terkendali ini, mengingat tekanan harga sudah muncul sejak awal Ramadan. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi perekonomian Jawa Barat, terutama di tengah:






  1. Meningkatnya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai sektor.




  2. Belum pulihnya sejumlah sektor ekonomi pasca berbagai goncangan sebelumnya.






"Bagi saya, indikator utama kenaikan inflasi ada pada harga beras. Kenaikan harga beras cenderung berlangsung jangka panjang," ujarnya.






Rekomendasi Kebijakan: Tindakan Konkret Jangka Pendek





Menghadapi situasi ini, Acuviarta mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret jangka pendek:






  1. Stabilkan harga beras terlebih dahulu sebagai prioritas utama.




  2. Intervensi harga daging ayam ras untuk mencegah gejolak lebih lanjut.




  3. Lakukan pemetaan ulang kawasan produksi cabai rawit untuk mengatasi ketidakseimbangan pasokan.




  4. Antisipasi pasokan bawang merah agar tidak terjadi kelangkaan seperti yang diduga terjadi saat ini.






"Pemerintah harus segera bertindak menstabilkan harga beras dulu. Kemudian pada daging ayam ras, juga pemetaan terkait kawasan produksi cabai rawit," tegasnya.






Inflasi di Jawa Barat sedang dalam tren mengkhawatirkan. Dengan proyeksi tembus 1 persen di Maret dan berpotensi bertahan hingga pasca-Lebaran, pemerintah provinsi dituntut bergerak cepat. Harga beras yang terus merangkak naik menjadi indikator kunci yang harus segera distabilkan. Jika tidak, dampaknya akan semakin memberatkan masyarakat di tengah meningkatnya PHK dan belum pulihnya sektor ekonomi. Komoditas lain seperti cabai rawit, bawang merah, daging ayam, dan emas juga perlu menjadi perhatian serius dalam upaya pengendalian inflasi. (**)

Halaman:

Tags

Terkini