ekonomi

Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah, Harga Beras & Daging Stabil Jelang Lebaran

Jumat, 6 Maret 2026 | 07:07 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bandung memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok melalui gelaran Bazar Murah Utama (Bazmut) Sesi II. Kamis (5/3/2026), bazar hadir di Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol, dan langsung disambut antusias warga.





Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara kewilayahan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Perum Bulog, serta para pelaku ritel sembako. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar.





Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa bazar murah adalah langkah strategis pemerintah, mengingat Kota Bandung bukan daerah produsen. Ketersediaan pangan sangat bergantung pada distribusi dari daerah lain.





"Kerja sama antara kewilayahan, Disdagin, Bulog, serta para pelaku ritel sembako menjadi sangat penting agar distribusi komoditas kebutuhan masyarakat tetap terjaga," ujar Farhan.





Harga Terkendali, Kecuali Cabai dan Telur





Secara umum, harga sejumlah komoditas di Kota Bandung masih dalam kondisi terkendali. Berdasarkan pantauan Pemkot, pasokan beras memadai, daging sapi dan ayam relatif stabil. Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.





KomoditasKondisi
BerasNormal, pasokan cukup
Daging SapiStabil
Daging AyamTidak terlalu mahal
Telur AyamMengalami kenaikan
Cabai & BawangMengalami kenaikan




"Sampai saat ini harga beras masih bisa dikatakan normal karena suplai cukup terjaga. Daging sapi juga relatif baik harganya, ayam tidak terlalu mahal. Komoditas yang mengalami kenaikan hanya telur ayam serta beberapa sayuran seperti cabai dan bawang. Itu pun bukan karena kelangkaan, tetapi karena permintaan yang meningkat," ungkap Farhan.





Sekretaris Disdagin Kota Bandung, Dedi Priadi Nugraha, menambahkan bahwa cabai rawit memang menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus. Namun, ia optimistis kondisi ini dapat segera terkendali.


Halaman:

Tags

Terkini