BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik 1 April
Analis juga menyoroti potensi kenaikan harga BBM nonsubsidi yang akan diumumkan pada 1 April 2026. Kenaikan ini diperkirakan akan menjadi perhatian pasar, terutama karena akan berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat.
Meski demikian, investor tampaknya telah mengantisipasi kebijakan ini, sehingga dampaknya terhadap IHSG diperkirakan terbatas.
Dua Sentimen yang Masih Mengganjal
Di sisi lain, Phintraco mencatat dua sentimen yang masih menekan IHSG ke level 7.000:
| Sentimen | Keterangan |
|---|---|
| Bea keluar ekspor batu bara | Pemerintah belum memberikan kepastian, meski sudah masuk dalam asumsi penerimaan APBN 2026 |
| Bea keluar produk turunan nikel | Sudah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo |
Ketidakpastian terkait kebijakan bea keluar ekspor batu bara masih menjadi faktor yang membayangi pasar, terutama bagi investor di sektor energi dan tambang.
Rekomendasi Saham
Phintraco Sekuritas
Merekomendasikan saham-saham yang dapat dicermati pada Selasa (31/3):
| Kode Saham | Emiten |
|---|---|
| BUMI | PT Bumi Resources Tbk |
| DEWA | PT Darma Henwa Tbk |
| MAPI | PT Mitra Adiperkasa Tbk |
| MBMA | PT Merdeka Battery Materials Tbk |
| SMDR | PT Samudera Indonesia Tbk |
MNC Sekuritas: Proyeksi Variatif dengan Dua Skenario
Sementara itu, MNC Sekuritas memberikan proyeksi yang lebih variatif. Menurut analisnya, IHSG pada Selasa (31/3) masih rawan terkoreksi, namun juga berpotensi menguat jika pola gelombang telah selesai.
| Skenario | Level |
|---|---|
| Koreksi | 6.745 – 6.887 |
| Penguatan (best case) | 7.450 – 7.779 |
"IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.887. Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.779," tulis MNC Sekuritas.
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas:
| Kode Saham | Emiten |
|---|---|
| AGII | PT Aneka Gas Industri Tbk |
| ESSA | PT Surya Esa Perkasa Tbk |
| PTBA | PT Bukit Asam Tbk |
| TLKM | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk |
Prospek ke Depan
Pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait efisiensi energi, kepastian bea keluar batu bara, serta dinamika harga minyak global. Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham, terutama yang memiliki fundamental kuat dan tidak terlalu sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas.