ekonomi

Rupiah Menguat, Ditopang Surplus Perdagangan dan Inflasi yang Melandai

Kamis, 2 April 2026 | 16:16 WIB




  1. Memudarnya low base effect (angka pertumbuhan persentase yang sebelumnya terlihat melonjak secara semu).




  2. Penurunan harga emas yang turut menekan inflasi secara keseluruhan.





Inflasi yang terkendali memberikan ruang lebih luas bagi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong pertumbuhan ekonomi.





Sentimen Global: Perkembangan Konflik Timur Tengah





Optimisme terhadap potensi berakhirnya konflik Timur Tengah juga turut menopang pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah.





Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa "kepemimpinan baru" Iran telah meminta gencatan senjata dengan Washington. Namun, Trump menyatakan bahwa AS hanya akan mempertimbangkan permohonan tersebut jika Selat Hormuz dibuka kembali.





Menanggapi klaim tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baqaei, dengan tegas membantah. Ia mengatakan, pernyataan bahwa Tehran meminta gencatan senjata tidak sesuai dengan realitas di lapangan.





Meskipun ada klaim yang saling bertentangan, pasar cenderung menyambut positif isyarat potensi de-eskalasi konflik yang selama ini menjadi salah satu faktor tekanan bagi harga energi dan stabilitas global.





Data Ekonomi AS: Bervariasi





Dari Amerika Serikat, sejumlah data ekonomi dirilis dengan hasil yang bervariasi:





IndikatorNilaiPerbandingan
ADP Employment (Maret 2026)62 ribuDi atas ekspektasi 40 ribu, namun turun dari 66 ribu sebelumnya.
Penjualan Ritel (Februari 2026)0,6% (month-on-month)Rebound dari -0,1% mom, lebih tinggi dari proyeksi 0,5% mom.
PMI Manufaktur S&P Global52,3Sedikit turun dari 52,4.
Indeks Manufaktur ISM52,7Meningkat dari 52,4.




Kombinasi data yang beragam ini memberikan sinyal bahwa ekonomi AS masih dalam jalur pemulihan, meskipun dengan kecepatan yang tidak merata.





Proyeksi Pergerakan Rupiah





Berdasarkan sejumlah faktor tersebut—surplus perdagangan yang solid, inflasi yang melandai, dan sentimen global yang membaik—rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam kisaran Rp16.900 – Rp17.000 per dolar AS dalam waktu dekat.

Halaman:

Tags

Terkini