"Beras, daging ayam, hingga minyak goreng di sini berada di bawah HET. Kami minta monitoring dan pengawasan terus dilakukan agar tidak terjadi lonjakan harga di luar ketentuan," kata Khofifah.
Apresiasi untuk Peran Bulog
Khofifah turut mengapresiasi peran Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan beras program pemerintah di daerah tersebut.
"Saya bersyukur bahwa beras SPHP menjelang Idul Fitri di sini Rp57.000 per 5 kg. Ini menunjukkan peran Bulog sangat signifikan, terima kasih Bulog Ponorogo. Minyak kita juga terkonfirmasi distribusinya lancar dan harganya di bawah HET," ungkapnya.
Langkah ke Depan: Operasi Pasar hingga Penguatan Cadangan Pangan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta para pemangku kepentingan guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga melalui:
| Langkah Strategis | Keterangan |
|---|---|
| Operasi pasar | Intervensi langsung saat terjadi lonjakan harga |
| Kelancaran distribusi | Memastikan rantai pasok tidak terhambat |
| Penguatan cadangan pangan | Menjaga stok cadangan untuk antisipasi darurat |
"Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau. Distribusi harus lancar dan stok harus cukup," tegasnya.
Apresiasi untuk Pedagang
Khofifah juga mengapresiasi para pedagang yang menjaga stabilitas harga serta tidak melakukan penimbunan barang. Ia mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memantau perkembangan harga secara berkala dan melakukan intervensi jika terjadi lonjakan signifikan.
Stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di Jawa Timur pasca-Lebaran 2026 terjaga dengan baik. Penurunan harga daging ayam yang signifikan dan stabilitas beras menjadi kabar baik bagi masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, Bulog, dan para pedagang, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga di bulan Syawal. (**)