"Kami terus berupaya untuk menurunkan harga di kawasan Indonesia timur seperti Papua dan Maluku. Kenaikan ini masih disebabkan oleh faktor distribusi sehingga mempengaruhi harga di tingkat eceran," jelas Nawandaru.
Ke depan, Kemendag akan fokus pada intervensi rantai pasok di wilayah timur untuk memastikan masyarakat di sana dapat mengakses Minyakita dengan harga yang sama seperti di wilayah barat Indonesia.
Minyakita sebagai Instrumen Pengendali Harga Pasar
Kehadiran Minyakita sejak diluncurkan pada 6 Juli 2022 oleh Menteri Perdagangan saat itu, Zulkifli Hasan, memang ditujukan sebagai solusi untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng . Produk ini merupakan program subsidi pemerintah yang mengemas minyak curah agar lebih mudah didistribusikan dan cepat terserap di pasaran, dengan sasaran utama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah serta pelaku usaha mikro .
"Kami harapkan keberadaan Minyakita ini bisa menjaga harga, artinya preferensi masyarakat masih bisa terjaga dengan adanya ketersediaan Minyakita di pasar-pasar. Ini yang menjadi concern kami," tegas Nawandaru.
Dengan harga yang terjangkau dan ketersediaan yang terus dipantau, Minyakita diharapkan dapat menjadi instrumen stabilisasi harga minyak goreng di pasar domestik, sekaligus melindungi konsumen dari tekanan kenaikan biaya produksi yang berasal dari sektor hulu seperti bahan baku kemasan plastik.
Tabel Ringkasan Harga Minyak Goreng (2 April 2026)
| Jenis Minyak Goreng | Harga per Liter | Perubahan vs Pekan Sebelumnya |
|---|---|---|
| Minyakita | Rp15.877 | Turun 0,25% |
| Minyak Goreng Premium | Rp21.433 | Naik 0,05% |
| Minyak Goreng Curah | Rp19.081 | Naik 0,22% |
(**)