"Program ini akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan," tegas Ara.
Pemanfaatan Lahan BUMN untuk Rusun Rakyat
Pemerintah juga mendapat arahan dari Presiden Prabowo untuk memanfaatkan lahan negara di kawasan perkotaan, terutama aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkeretaapian, guna pembangunan rumah susun (rusun) rakyat.
Dalam beberapa hari terakhir, Ara bersama jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan BP BUMN telah meninjau sejumlah lahan potensial, termasuk di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Lahan tersebut akan dikembangkan menjadi hunian vertikal dengan konsep campuran antara masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok menengah agar tercipta kawasan permukiman yang inklusif.
"Kemudian juga di Bandung tadi saya sudah laporkan bersama Dirut Kereta Api, kita juga sudah menyisir beberapa potensi lahan yang sangat potensial. Akhir bulan ini, kami akan mulai bersama dengan Dirut Kereta Api direncanakan mulai mempersiapkan untuk pembangunan di kota Bandung," ujarnya.
| Lokasi Lahan Potensial | Rencana Pengembangan |
|---|---|
| Tanah Abang, Jakarta | Rusun rakyat dengan konsep campuran (MBR + menengah) |
| Kota Bandung | Rusun rakyat (dalam persiapan) |
| Lahan BUMN perkeretaapian lainnya | Akan disisir dan dikembangkan |
Peningkatan target bedah rumah menjadi 400 ribu unit di tahun 2026 merupakan lompatan besar yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Dengan cakupan nasional yang menjangkau seluruh kabupaten/kota, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan keadilan sosial.
Selain itu, pemanfaatan lahan BUMN perkeretaapian untuk pembangunan rusun rakyat menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan lahan di kawasan perkotaan. Sinergi antara Kementerian PKP, KAI, dan BP BUMN diharapkan dapat mempercepat realisasi hunian vertikal yang inklusif dan berkelanjutan. (**)