ekonomi

Ekonomi RI Mau Didorong Tembus 6 Persen, Kemenkeu Siapkan Stimulus: Bank Jangan Cuma Gemuk di Neraca

Rabu, 13 Mei 2026 | 14:00 WIB
Gambar Ilustrasi (Generated by Gemini AI)

LOCUSonline, JAKARTA - Pemerintah mulai pasang target tinggi untuk pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026. Setelah angka pertumbuhan kuartal I tembus 5,61 persen, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menggeber ekonomi agar kuartal III dan IV bisa menembus angka 6 persen.

Caranya? Pemerintah mengaku tidak mau lagi sekadar mengandalkan pidato optimistis atau seminar ekonomi penuh grafik warna-warni. Kali ini fokus diarahkan ke sektor riil, terutama industri yang benar-benar memproduksi barang dan menyerap tenaga kerja.

Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan akan menyiapkan berbagai stimulus ekonomi, mulai dari insentif kendaraan listrik hingga kemudahan pembiayaan bagi industri berorientasi ekspor seperti tekstil, furnitur, dan sepatu.

"Kalau dari kita akan ada insentif mobil listrik dan perbaikan akses pendanaan perusahaan ekspor," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos BPNT Mei 2026 Tahap 2: Panduan Lengkap untuk Penerima Manfaat

Pemerintah juga mulai melirik dana-dana besar yang selama ini dianggap tidur cantik di lembaga keuangan. Salah satunya melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang disebut memiliki dana besar namun belum optimal digunakan untuk mendongkrak sektor produktif.

"Saya akan panggil rapat lagi supaya sektor riil punya akses pendanaan lebih murah dan lebih bagus. Uangnya ada, sebagian ternyata nganggur," ujarnya.

Kalimat itu sekaligus menjadi sindiran telak terhadap sistem perbankan yang sering lebih nyaman memoles laporan keuangan ketimbang agresif membiayai industri produktif. Di tengah banyak pelaku usaha kesulitan modal, uang justru sering muter di lingkaran aman, deposito, surat utang, lalu rapat evaluasi lagi.

Purbaya juga menegaskan pemerintah akan memastikan invisible hand benar-benar bekerja di sektor finansial. Namun kali ini tangan tak terlihat itu tampaknya akan dibantu sedikit dorongan halus dari negara agar bank tidak terlalu santai.

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, China Diam-Diam Jadi Penopang Nafas Saat Modal Asing Lain Angkat Koper

Ia menyebut pemerintah kini punya posisi lebih kuat karena sebagian bank berada dalam kendali Danantara sehingga koordinasi bisa lebih satu arah.

"Saya bukan paksa bank minjemin uang, tapi memastikan invisible hand bekerja," katanya.

Menurutnya, target pertumbuhan di atas 5,5 persen bahkan mendekati 6 persen realistis dicapai karena pemerintah akan terus menggelontorkan stimulus sepanjang tahun.

Purbaya juga membantah anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I semata-mata ditopang belanja pemerintah. Ia menegaskan sektor swasta tetap menjadi motor utama.

Halaman:

Tags

Terkini