Masalahnya, ASEAN selama ini sering dianggap terlalu sibuk rapat dan menghasilkan pernyataan normatif tanpa tindakan konkret. Karena itu, publik tentu berharap penguatan kawasan kali ini tidak berhenti di meja konferensi dan jamuan makan malam diplomatik semata.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi persiapan menuju agenda Leaders’ Retreat antara Indonesia dan Singapura. Selain mengevaluasi kerja sama yang sudah berjalan, kedua negara juga membahas arah hubungan jangka panjang, termasuk persiapan keketuaan ASEAN mendatang.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Tidak terlalu kaku, tidak terlalu formal, dan tampaknya kedua menteri sama-sama paham bahwa dunia saat ini terlalu rumit untuk dihadapi dengan ego nasional masing-masing.
Di tengah ekonomi global yang goyah dan geopolitik yang makin panas, Indonesia dan Singapura tampaknya mulai sadar, tetangga yang saling membantu jauh lebih berguna dibanding tetangga yang hanya saling curiga.*****