Kamis, 4 Juni 2026

Film “Pesta Babi” Diprotes dan Nobar Dibubarkan, Pemerintah Tidak Sedang Razia Pikiran Mahasiswa

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Jumat, 15 Mei 2026 | 12:00 WIB
Gambar Ilustrasi (Generated by Gemini AI)
Gambar Ilustrasi (Generated by Gemini AI)

"Papua adalah bagian integral NKRI, bukan wilayah jajahan seperti masa Belanda dulu," ujarnya.

Ia menambahkan pembukaan lahan berskala besar juga terjadi di Kalimantan dan sejumlah wilayah lain sebagai bagian pembangunan nasional.

Meski begitu, Yusril menilai penggunaan istilah Pesta Babi dalam judul film memang berpotensi memunculkan banyak tafsir di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap pembuat film bersedia menjelaskan makna di balik penggunaan istilah tersebut.

Menurutnya, keterbukaan bukan hanya tuntutan bagi pemerintah, tetapi juga penting dilakukan kalangan seniman, penulis naskah, maupun produser film.

"Pemerintah tidak bisa berlindung di balik kekuasaan, dan seniman juga tidak bisa berlindung di balik kebebasan berekspresi," katanya.

Di tengah riuh debat soal kebebasan berekspresi, polemik film ini kembali menunjukkan satu hal klasik di Indonesia: kritik boleh hidup, asalkan semua pihak siap menerima konsekuensi diskusinya.

Karena di negeri demokrasi setengah gaduh ini, kadang yang lebih cepat viral bukan isi filmnya, melainkan kepanikan sebelum layar diputar.*****

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X