Kamis, 4 Juni 2026

May Day 2026 Garut: Buruh Sampaikan Tuntutan, Bupati Janji "Sedikit-Sedikit" Direalisasikan

Photo Author
Roni Nuroni, Bhegin, Makmur Suradi, Locusonline.co
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 10:00 WIB
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima audiensi perwakilan serikat pekerja di Lapangan Sekretariat Daerah, Tarogong Kidul.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima audiensi perwakilan serikat pekerja di Lapangan Sekretariat Daerah, Tarogong Kidul.

LOCUSonline, GARUT - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Garut berlangsung dengan format yang cukup akrab dimana buruh menyampaikan aspirasi, pemerintah mendengarkan, lalu janji pun dilontarkan, tentu dengan takaran realistis alias sedikit-sedikit.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima audiensi perwakilan serikat pekerja di Lapangan Sekretariat Daerah, Tarogong Kidul. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tuntutan buruh disampaikan langsung, mulai dari isu kesejahteraan hingga pengupahan.

"Selamat Hari Buruh, semoga ke depan harapan buruh bisa sedikit demi sedikit terealisasi," ucap Syakur, kalimat yang terdengar hangat, meski sekaligus mengingatkan bahwa perubahan besar tampaknya masih harus dicicil.

Baca Juga: May Day di Bandung Mencekam: Massa 'Hitam' Susup Demo Mahasiswa, Pos Polisi Dirusak!

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa buruh merupakan pilar penting dalam struktur sosial dan ekonomi daerah. Pernyataan ini tentu bukan hal baru, namun selalu relevan untuk diulang setiap 1 Mei.

Namun seperti tradisi tahunan, pengakuan pentingnya peran buruh biasanya diiringi dengan ajakan untuk memahami kondisi, terutama soal keseimbangan antara kepentingan pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Syakur menekankan pentingnya sinergi antara tiga pihak tersebut. Ia bahkan berencana melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan sebagai bentuk silaturahmi ekonomi, sebuah pendekatan yang diharapkan bisa menjaga hubungan tetap harmonis.

"Perusahaan harus untung, buruh harus dapat haknya, dan pemerintah menjaga kondusivitas," ujarnya.

Kalimat ini terdengar ideal, meski dalam praktiknya sering terasa seperti menyusun keseimbangan di atas tali yang cukup tipis.

Terkait isu pengupahan jadi tema abadi dalam setiap May Day, Bupati mengakui bahwa formula yang ada saat ini masih perlu dievaluasi agar lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Ia berjanji akan mencari solusi terbaik. Sebuah komitmen yang, seperti biasa, membuka ruang harapan sekaligus menunda kepastian.

Baca Juga: Bupati Garut Sidak Dinsos: Negara Jangan Hanya Hadir di Spanduk, Tapi Juga Saat Banjir dan Bantuan Datang

Di sisi lain, Syakur menyampaikan optimisme terhadap kualitas tenaga kerja di Garut. Ia menilai produktivitas buruh sudah memenuhi standar, terbukti dari meningkatnya minat investor yang masuk ke daerah tersebut.

Artinya, menurut logika ini, buruh Garut sudah cukup kompetitif, tinggal menunggu apakah kesejahteraannya bisa ikut naik seiring pujian tersebut.

Bupati berharap komunikasi antara buruh dan pemerintah terus terjalin dengan baik, terutama di tengah tantangan ekonomi makro. Ia juga mengingatkan bahwa setiap kebijakan harus diambil dengan hati-hati agar tidak membebani salah satu pihak.

Sebuah pengingat bahwa dalam dunia kebijakan publik, semua harus dijaga, kecuali mungkin kecepatan realisasi.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X