LOCUSonline, BANDUNG - Setelah sekian lama perlintasan kereta api diwarnai budaya lihat kanan-kiri lalu gas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya tancap gas mempercepat pemasangan palang pintu otomatis. Langkah ini disebut sebagai respons serius meski datang setelah tragedi.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, memastikan instruksi Gubernur Dedi Mulyadi untuk memasang palang pintu otomatis di seluruh perlintasan kereta telah ditindaklanjuti melalui surat ke pemerintah kabupaten/kota, termasuk wilayah Priangan Timur.
Langkah ini diambil menyusul kecelakaan yang melibatkan KA jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 sebuah peristiwa yang kembali mengingatkan bahwa rel kereta bukan tempat menguji keberanian.
Baca Juga: TPT Ambruk di Garut Usai Hujan Deras, Warga Jadi Tim Reaksi Cepat Dadakan
Menurut Dhani, pada 2025 pihaknya sebenarnya sudah membangun palang pintu dan pos jaga di beberapa titik, termasuk JPL 211 di Kabupaten Garut. Namun, tampaknya skala kebutuhan jauh lebih besar dari kesiapan sebelumnya.
Kini, Dishub Jabar tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan palang pintu di sejumlah titik lain, termasuk di Kota Sukabumi.
"Kami juga membuka opsi bantuan keuangan untuk daerah," tegasnya.
Artinya, keselamatan kini mulai masuk dalam daftar prioritas bukan sekadar imbauan di pinggir jalan.
Sejumlah daerah seperti Garut, Indramayu, Banjar, hingga Cirebon telah mengajukan pembangunan palang pintu. Fenomena ini menunjukkan satu hal dimana kebutuhan sudah lama ada, hanya realisasinya yang sering datang belakangan.
Selain palang pintu, pemerintah juga merencanakan pembangunan flyover dan underpass di 16 titik rawan di Jawa Barat, termasuk di Bekasi, Bandung, Garut, hingga Bogor.
Proyek ini diprioritaskan di jalur dengan rel ganda dan volume lalu lintas tinggi, tempat di mana risiko dan kemacetan sering berjalan beriringan.
Namun seperti proyek infrastruktur pada umumnya, masyarakat tampaknya perlu bersabar karena perencanaan matang sering kali berjalan lebih cepat daripada pembangunan fisiknya.
Baca Juga: Drainase Sempit Picu Banjir di Malangbong Garut, Akses Jalan Mulai Rusak Parah
Dishub Jabar juga melakukan inventarisasi rambu lalu lintas di perlintasan kereta. Rambu yang rusak akan diperbaiki atau diganti pada 2026.
Langkah ini mungkin terdengar sederhana tapi penting, mengingat selama ini rambu sering diperlakukan lebih sebagai dekorasi daripada panduan keselamatan.
Percepatan pemasangan palang pintu otomatis dan pembangunan infrastruktur penunjang menjadi sinyal bahwa keselamatan di perlintasan kereta mulai ditangani lebih serius.
Artikel Terkait
Buntut Pol PP Semprotkan Apar, Puluhan Ormas Diundang Pj Gubernur Sumsel
Pemkot Bandung Terapkan Gerakan Zero Waste di Lingkungan Sekolah
Pemuda Cipatat Siap Berkolaborasi demi Kemajuan Daerah
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dua Kali dalam 24 Jam