LOCUSonline, GARUT – Demokrasi skala desa kembali membuktikan dirinya tidak kalah dramatis dari panggung politik nasional. Dalam pemilihan Kepala Desa Antarwaktu (PAW) Desa Limbangan Tengah, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, Senin (4/5/2026), Gumilar resmi terpilih sebagai kepala desa, mengungguli dua rivalnya dalam kontestasi yang berlangsung tertib tanpa baliho raksasa, tanpa konser dangdut politik, dan tentu saja tanpa janji-janji setinggi langit.
Pemungutan suara yang digelar di GOR desa setempat melibatkan 87 pemilih dari unsur perwakilan masyarakat. Hasilnya cukup tegas, Gumilar (nomor urut 2) meraih 40 suara, diikuti Deden Saepulloh (nomor urut 1) dengan 29 suara, dan Tata Sumitra (nomor urut 3) dengan 17 suara. Tidak ada drama sengketa, tidak ada klaim kemenangan dini—sebuah kemewahan yang jarang ditemukan di level politik lebih tinggi.
Baca Juga: Benarkah Dinas PUPR Garut Ogah Keluarkan Izin Perumahan Gegara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Idad Badrudin, mengapresiasi jalannya pemilihan yang dinilai mencerminkan kolaborasi solid antara pemerintah desa, panitia, dan masyarakat.
"Pelaksanaan berjalan lancar. Ini menunjukkan sinergi yang baik antara penjabat kepala desa, BPD, panitia dan masyarakat," paparnya.
Di balik kelancaran itu, ada fakta menarik, dari total 421 desa di Kabupaten Garut, sebanyak 24 desa harus menggelar PAW sebuah pengingat halus bahwa kursi kepala desa pun tak selalu abadi. Hingga saat ini ada 11 desa telah menyelesaikan proses serupa, dan lima kepala desa definitif dijadwalkan segera dilantik oleh Bupati Garut.
Idad berharap kepala desa terpilih tidak hanya menikmati kemenangan, tetapi juga segera bekerja.
"Harapannya bisa cepat beradaptasi dan berkolaborasi agar desa semakin maju dan mandiri," harapnya, sebuah pesan kuno yang sering terdengar namun selalu relevan untuk diulang.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Limbangan Tengah, Deden Somantri, menjelaskan bahwa pemilihan ini melibatkan 12 unsur perwakilan masyarakat yang sebelumnya disepakati melalui musyawarah desa. Proses ini, kata dia, berjalan lancar berkat keterlibatan aktif RT dan RW.
"Ini hasil kerja bersama. Tanpa partisipasi masyarakat, proses seperti ini tidak akan berjalan baik," jelasnya.
Meski masa jabatan PAW relatif singkat hanya melanjutkan sisa periode 2026–2027, tantangan yang dihadapi tidak otomatis ikut mengecil. Justru dalam waktu terbatas itulah efektivitas kepemimpinan diuji, apakah mampu bekerja cepat atau sekadar menghangatkan kursi.
Di tengah hiruk-pikuk politik nasional yang sering kali penuh intrik, pemilihan PAW di Desa Limbangan Tengah menghadirkan potret sederhana demokrasi, suara dihitung, pemenang ditetapkan dan harapan kembali digantungkan, kali ini bukan pada janji kampanye, tetapi pada kerja nyata.*****
Artikel Terkait
Palang Pintu Otomatis Dikebut di Jawa Barat Usai Tragedi Bekasi, Keselamatan Kini Tak Lagi Mengandalkan Perasaan
Hujan Deras Robohkan Rumah di Malangbong Garut, Gotong Royong Lebih Sigap dari Infrastruktur
IPM Garut Peringkat Juru Kunci di Jawa Barat, Bupati Akui Kejar Ketertinggalan Tak Semudah Mengucapkannya
Fun Bike Garut 2026 Diramaikan 800 Peserta, Target 2.000 tidak Tercapai Mungkin Kurang Promosi
19 Ribu Anak Putus Sekolah di Garut: Hardiknas Dirayakan, Ruang Kelas Ditinggalkan
Sumedang Disiapkan Jadi Pusat Budaya Sunda, Pemprov Jabar Ingin Kota Tak Sekadar Beton tapi Punya “Rasa”
Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Saat Semua Bicara Demokrasi, Pers Diingatkan Tetap Merdeka di Tengah Bisingnya Informasi
Turnamen Ketapel Malangbong 2026 Olahraga Masa Kecil Naik Kelas Jadi Ajang Antarprovinsi
Kirab Budaya Jawa Barat 2026 di Garut: Pesta Identitas atau Ujian Koordinasi H-1 yang Bikin Deg-degan?
Benarkah Dinas PUPR Garut Ogah Keluarkan Izin Perumahan Gegara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi