Dispertan saat ini mengoptimalkan program pompanisasi, pemanfaatan sumur dangkal, serta sumur dalam guna menjaga ketersediaan air di lahan pertanian yang rawan kekeringan.
"Upaya tersebut dilakukan agar lahan pertanian yang terancam kekeringan dapat diselamatkan dan produktivitas pertanian tetap terjaga," ujarnya.
Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi, keberadaan asuransi pertanian menjadi salah satu strategi adaptasi yang dinilai penting. Sebab dalam dunia pertanian modern, hasil panen tidak lagi cukup bergantung pada cuaca yang bersahabat, tetapi juga pada kesiapan menghadapi risiko yang sewaktu-waktu bisa datang.*****
Artikel Terkait
TMMD Datang Bawa Harapan, Rumah Nyaris Roboh Disulap Jadi Hunian Layak, Ibu Uun “Ini Bukan Mimpi, Ini ”
Sekda Jabar “Ikut Campur” dan Sebut PKL Pasar Baru Garut Tidak Indah Untuk Dilihat, Rawink Rantik Sentil Anggaran Miliaran Rupiah
Hari Jadi Tatar Sunda 2026: Drama Pajajaran Disutradarai Wong Majapahit, KDM Sindir Warisan Dendam dan Utang Negara
Bupati Garut Kunjungi PLTP Kamojang: Saat Kota Panas Bumi Tak Lagi Identik dengan Drama Politik, Tapi Energi Hijau
Penutupan TMMD 128 di Malangbong: Jalan Desa Dibuka, Sambutan Pejabat Mengalir Lebih Panjang dari Cor Beton
Harga Plastik Naik, Warga Garut Kembali ke “Teknologi Leluhur” Pakai Besek untuk Daging Kurban
Kasus DBD Garut Meledak, Nyamuk Diduga Sudah Lebih Rajin dari Warga Jalankan Program 3M
Rumah Layak Huni Astra di Garut: Saat Petani Akhirnya Tak Lagi Bertaruh dengan Atap Bocor
Sertifikasi Halal Garut Digenjot: UMKM Diminta Jangan Kalah dari Produk Korea yang Sudah “Lebih Syariah”
Sertifikat Alun-alun Limbangan Akhirnya Keluar, Setelah Bertahun-tahun Tanah Publik Nyaris Seperti Status Hubungan Tanpa Kepastian