Melalui kegiatan ini, panitia ingin menunjukkan bahwa media digital dapat menjadi alat perubahan sosial apabila digunakan secara positif dan terarah.
"Kami ingin memberikan pemahaman bahwa aktivitas digital tidak berhenti pada unggahan dan interaksi di media sosial. Ada peluang untuk menghadirkan dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat," jelas Salsabila.
GEN Z Space Vol.4 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari talkshow interaktif, workshop kreatif, bazar UMKM mahasiswa hingga penampilan hiburan. Acara tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Garut, pihak rektorat, serta sejumlah sponsor yang berkontribusi dalam penyelenggaraannya.
Ketika sebagian orang masih mengukur produktivitas generasi muda dari seberapa sering mereka menatap layar, forum ini justru mencoba membuktikan bahwa dari balik layar yang sama, gagasan, kreativitas dan perubahan sosial juga bisa lahir.*****
Artikel Terkait
Hari Jadi Tatar Sunda 2026: Drama Pajajaran Disutradarai Wong Majapahit, KDM Sindir Warisan Dendam dan Utang Negara
Bupati Garut Kunjungi PLTP Kamojang: Saat Kota Panas Bumi Tak Lagi Identik dengan Drama Politik, Tapi Energi Hijau
Penutupan TMMD 128 di Malangbong: Jalan Desa Dibuka, Sambutan Pejabat Mengalir Lebih Panjang dari Cor Beton
Harga Plastik Naik, Warga Garut Kembali ke “Teknologi Leluhur” Pakai Besek untuk Daging Kurban
Kasus DBD Garut Meledak, Nyamuk Diduga Sudah Lebih Rajin dari Warga Jalankan Program 3M
Rumah Layak Huni Astra di Garut: Saat Petani Akhirnya Tak Lagi Bertaruh dengan Atap Bocor
Sertifikasi Halal Garut Digenjot: UMKM Diminta Jangan Kalah dari Produk Korea yang Sudah “Lebih Syariah”
Sertifikat Alun-alun Limbangan Akhirnya Keluar, Setelah Bertahun-tahun Tanah Publik Nyaris Seperti Status Hubungan Tanpa Kepastian
Antisipasi Gagal Panen Saat Kemarau, 1.837 Hektare Sawah di Garut Diasuransikan Petani Tak Lagi Hanya Bertaruh pada Awan
Hibah Rp2,15 Miliar untuk Kejari Garut Diprotes Mahasiswa, Independensi Penegakan Hukum Jadi Sorotan