berita-daerah

Hari Jadi Tatar Sunda 2026: Drama Pajajaran Disutradarai Wong Majapahit, KDM Sindir Warisan Dendam dan Utang Negara

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:05 WIB
Foto Istimewa

LOCUSonline, BANDUNG - Perayaan puncak Hari Jadi Tatar Sunda 2026 di Kota Bandung berubah menjadi panggung budaya rasa konser politik, teater sejarah, sekaligus forum curhat nasional soal utang negara dan media sosial. Acara yang berlangsung hingga lewat tengah malam, 18 Mei 2026, itu sukses menyedot perhatian ribuan warga yang rela begadang demi menyaksikan drama kolosal sejarah Pajajaran selama hampir tiga jam penuh.

Di tengah era konten 15 detik dan scroll tanpa otak, warga Jawa Barat justru betah duduk menyaksikan kisah kerajaan Sunda lengkap dengan dialog emosional, musik tradisional dan pesan moral yang disisipkan cukup halus meski kadang terasa seperti sindiran rapat kabinet.

Gubernur Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, tampil penuh percaya diri dalam pidato penutupnya. Ia mengungkap fakta unik di balik produksi pertunjukan budaya tersebut adalah kisah Pajajaran ternyata digarap oleh budayawan Jawa, Sujiwo Tejo.

"Hari ini cerita tentang Pajajaran diproduksi dan disutradarai oleh Sujiwo Tejo, wong Majapahit, tapi sekolahnya di ITB," ujar Dedi di hadapan ribuan penonton.

Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan. Bukan cuma karena lucu, tapi karena terasa seperti pesan damai lintas sejarah, ternyata bekas rival kerajaan zaman dulu sekarang bisa kolaborasi bikin pertunjukan tanpa saling kirim pasukan.

Baca Juga: HUT Kota Jambi ke-80: Janji Program Sosial Ikut Berbaris di Lapangan Upacara Sampai Pemberian Beasiswa Bagi 3.000 siswa kurang mampu

KDM kemudian menyentil fenomena bangsa-bangsa yang masih sibuk mewariskan konflik antargenerasi. Ia menegaskan masyarakat Sunda tidak boleh hidup dari warisan kebencian masa lalu.

"Kita tidak mewariskan kebencian. Dan yang penting, leluhur kita tidak mewariskan dendam, maka saya juga tidak boleh mewariskan utang negara," tegasnya.

Kalimat itu sukses bikin suasana berubah dari festival budaya menjadi seminar ekonomi dadakan.

Tak berhenti di situ, Dedi juga membocorkan tema drama tahun depan yang akan mengangkat tragedi Bubat, konflik legendaris antara Sunda dan Majapahit. Ironisnya, proyek itu disebut akan kembali diproduseri figur berlatar Majapahit.

Netizen pun mungkin mulai sadar bahwa rekonsiliasi budaya Indonesia ternyata lebih cepat terjadi di panggung teater dibanding debat kolom komentar media sosial.

Di tengah sorotan publik soal anggaran acara budaya yang berlangsung sebulan penuh, KDM langsung memberi klarifikasi. Ia memastikan pagelaran tersebut tidak mengambil dana APBD sepeser pun.

"Banyak yang bilang saya habiskan APBD. Padahal satu rupiah pun tidak pakai anggaran daerah," katanya.

Baca Juga: Remaja Desa Mekarmulya Pilih Angkut Batu untuk TMMD daripada Sibuk Joget Konten Media Sosial

Alih-alih bikin kas daerah boncos, acara itu justru disebut mendatangkan keuntungan ekonomi. Bank BJB dikabarkan mendapat komitmen dana baru hingga Rp70 miliar melalui berbagai skema kerja sama dan top-up mitra kegiatan.

Halaman:

Tags

Terkini