berita-daerah

Bupati Garut Kunjungi PLTP Kamojang: Saat Kota Panas Bumi Tak Lagi Identik dengan Drama Politik, Tapi Energi Hijau

Kamis, 21 Mei 2026 | 11:05 WIB
Kunjungan kerja Bupati Abdusy Syakur Amin ke kawasan PLTP Kamojang milik PT Indonesia Power di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Rabu (20/5/2026). (Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

LOCUSonline, GARUT - Bupati Abdusy Syakur Amin melakukan kunjungan kerja ke kawasan PLTP Kamojang, Rabu (20/5/2026). Kunjungan itu bukan untuk mencari suasana healing pegunungan atau menikmati hawa belerang khas geothermal, melainkan memastikan salah satu pembangkit listrik panas bumi tertua di Indonesia tetap menjadi andalan energi nasional.

Di tengah isu krisis energi global dan tagihan listrik yang bikin sebagian warga refleks cek meteran tiap malam, keberadaan PLTP Kamojang dianggap sebagai aset strategis yang masih terus menyala menjaga pasokan listrik.

"Alhamdulillah kami bangga berada di sini. Ini salah satu PLTP tertua di Indonesia dan kontribusinya besar bagi pembangunan bangsa," ujar Syakur saat meninjau fasilitas PLTP.

Kalimat tersebut itu menjadi pengingat bahwa Garut ternyata bukan cuma terkenal karena dodol, wisata alam atau jalan berlubang yang kadang lebih artistik dari relief candi. Kabupaten ini juga punya kekuatan energi panas bumi yang sudah bekerja diam-diam menyuplai listrik untuk masyarakat.

Baca Juga: Hari Jadi Tatar Sunda 2026: Drama Pajajaran Disutradarai Wong Majapahit, KDM Sindir Warisan Dendam dan Utang Negara

Senior Manager UBP Kamojang, Yunus Tohir, menyambut langsung kedatangan Bupati Garut. Menurutnya, kehadiran kepala daerah memberi suntikan semangat bagi pekerja di sektor energi panas bumi.

Yunus menyebut Garut memiliki potensi besar sebagai wilayah penghasil energi geothermal atau yang ia sebut sebagai kota panas bumi.

Untungnya, panas yang dimaksud kali ini bukan panas komentar media sosial atau panas suhu politik menjelang pemilu, melainkan panas bumi yang benar-benar bisa diubah jadi listrik.

"Kami ingin terus menghadirkan listrik hijau untuk masa depan," kata Yunus.

PLTP Kamojang selama ini dikenal sebagai salah satu pionir pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia. Di saat dunia mulai ramai bicara transisi energi dan pengurangan emisi karbon, pembangkit seperti Kamojang mendadak naik kasta menjadi simbol energi masa depan.

Pemerintah daerah pun berharap sinergi antara pengelola pembangkit dan daerah sekitar tidak berhenti di urusan produksi listrik semata, tetapi juga menyentuh pembangunan masyarakat.

Baca Juga: Opsgab Pajak Garut Bongkar Fakta Mengejutkan: Ada Warga Baru Ingat Pajak Kendaraan Setelah 13 Tahun

Di balik uap panas yang keluar dari perut bumi Kamojang, ada harapan besar soal ketahanan energi nasional hingga peluang ekonomi daerah.

Sebab di era sekarang, negara tidak cukup hanya punya sumber daya alam. Yang lebih penting adalah bagaimana sumber daya itu dikelola agar manfaatnya terasa, bukan cuma jadi bahan seminar dan presentasi PowerPoint.

Kunjungan kerja ini sekaligus memperlihatkan bahwa sektor energi terbarukan mulai mendapat perhatian serius di tingkat daerah. Di tengah ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil, keberadaan PLTP Kamojang dianggap sebagai bukti bahwa energi bersih bukan lagi mimpi seminar lingkungan, tapi sudah nyata bekerja menyalakan rumah-rumah warga.

Halaman:

Tags

Terkini