Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Lebaran, Stok Nasional Aman

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 06:06 WIB


[Locusonline.co] JAKARTA – Pemerintah memberikan kabar gembira bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan, meskipun harga minyak dunia tengah bergejolak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.






"Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa, sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika, dan Iran," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026 .






BBM Non-Subsidi: Mekanisme Pasar Tetap Berlaku





Untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dex Series, pemerintah tetap memberlakukan mekanisme penyesuaian harga sesuai pasar. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang formula harga BBM umum. Artinya, harga BBM nonsubsidi dapat berfluktuasi mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.





Stok BBM dan LPG Aman, Masyarakat Tak Perlu Khawatir





-




Selain memastikan stabilitas harga, pemerintah juga menjamin ketersediaan energi nasional tetap aman menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri.






"Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, insyaallah semua aman, termasuk dengan LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan sekalipun terjadi dinamika global di Iran dan Israel," tegas Bahlil .






Pemerintah mencatat cadangan BBM nasional saat ini berada pada level aman, yakni sekitar 23 hari kebutuhan. Angka tersebut selalu dijaga agar tidak turun di bawah batas aman 21 hari. Pasokan energi juga terus ditambah secara berkala, baik dari produksi dalam negeri maupun impor, untuk memastikan ketersediaan tetap stabil .





Antisipasi Gangguan Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah





Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama yang berdampak pada penutupan jalur strategis perdagangan minyak dunia seperti Selat Hormuz, menjadi perhatian serius pemerintah. Sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah .


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X