[Locusonline.co] BANDUNG – Kabar gembira bagi para pekerja swasta di Kota Bandung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Bandung tahun 2026 sebesar Rp4.737.678 per bulan. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 5,68 persen atau bertambah Rp254.763 dibandingkan UMK tahun sebelumnya yang berada di angka Rp4.482.914 .
Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.862-Kesra/2025 yang ditandatangani pada 24 Desember 2025 dan mulai berlaku efektif per 1 Januari 2026 .
Posisi UMK Bandung di Jawa Barat: Peringkat 5 Tertinggi
Dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, UMK Kota Bandung menempati peringkat ke-5 tertinggi. Berikut adalah 10 besar UMK tertinggi di Jawa Barat tahun 2026 :
| Peringkat | Kabupaten/Kota | UMK 2026 |
|---|---|---|
| 1 | Kota Bekasi | Rp5.999.443 |
| 2 | Kabupaten Bekasi | Rp5.938.885 |
| 3 | Kabupaten Karawang | Rp5.886.853 |
| 4 | Kota Depok | Rp5.522.662 |
| 5 | Kota Bandung | Rp4.737.678 |
| 6 | Kota Bogor | Rp5.437.203 |
| 7 | Kabupaten Bogor | Rp5.161.769 |
| 8 | Kabupaten Purwakarta | Rp5.052.856 |
| 9 | Kota Cimahi | Rp4.090.568 |
| 10 | Kabupaten Bandung Barat | Rp3.984.711 |
Menariknya, UMK Kota Bandung berada jauh di atas UMK Kabupaten Bandung yang "hanya" Rp3.972.202, serta Kabupaten Bandung Barat yang menempati posisi ke-10 .
Proses Penetapan: Hasil Kesepakatan Tripartit
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Andri Darusman, mengungkapkan bahwa kenaikan ini merupakan hasil kesepakatan bersama dalam rapat pleno Dewan Pengupahan yang melibatkan pengusaha, pekerja, pemerintah, BPS, hingga akademisi .
"Untuk UMK tahun 2026 sudah ditetapkan sesuai dengan rekomendasi dari Pak Wali Kota, naiknya 5,68 persen sekitar Rp 255 ribu," ujar Andri .
Formula kenaikan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah yang diteken Presiden Prabowo Subianto dengan formula inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi dikali indeks tertentu (alfa). Kota Bandung sendiri menyepakati penggunaan alfa 0,7 dalam perhitungan tersebut .