[Locusonline.co] Bandung – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa realisasi 62.591 unit rumah subsidi di Jawa Barat pada tahun 2025 menjadi penggerak ekonomi dengan perputaran uang sekitar Rp8 triliun. Angka ini menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi rumah subsidi terbesar se-Indonesia.
"Realisasi 2025 di Jawa Barat 62.591 unit, terbesar se-Indonesia, dengan uang berputar sekitar Rp8 triliun," katanya saat berkunjung ke Bandung, Senin (13/4/2026).
300 Ribu Pekerja Terserap di Sektor Perumahan
Maruarar menyebut bahwa setiap unit rumah subsidi melibatkan lima orang tenaga kerja langsung. Dengan total 62.591 unit, maka sekitar 300 ribu pekerja di Jawa Barat terserap dalam satu tahun.
"Satu rumah ada lima yang bekerja, berarti 5 kali 60 ribu sekitar 300 ribu tukang bekerja di Jawa Barat," ujarnya.
Tak hanya itu, sektor perumahan juga menggerakkan ekosistem ekonomi yang luas, mulai dari:
- Warung kecil
- Sopir truk
- Toko material bangunan
- Industri bahan bangunan (mencakup sedikitnya 180 jenis material)
| Dampak Ekonomi | Angka |
|---|---|
| Realisasi rumah subsidi | 62.591 unit |
| Perputaran uang | Rp8 triliun |
| Tenaga kerja langsung | ~300.000 orang |
| Jenis material bangunan | 180+ jenis |
KUR Perumahan: Solusi Bebas Rentenir
Maruarar juga menyoroti penguatan akses pembiayaan masyarakat melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Kabupaten Bandung. Program ini dinilai menjadi solusi konkret untuk memperbaiki kualitas hunian sekaligus menekan praktik rentenir.
Ia menyampaikan bahwa program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk membangun maupun merenovasi rumah.