Fakhrul menilai pasar saat ini bukan hanya mengamati kondisi ekonomi makro, melainkan juga menguji kredibilitas dan konsistensi pemerintah dalam mengelola kebijakan di tengah ketidakpastian global.
"Yang sedang diuji sekarang bukan hanya fundamental ekonomi, tetapi juga kejelasan arah kebijakan pemerintah," katanya.
Ia menegaskan pasar membutuhkan roadmap penyesuaian ekonomi yang jelas agar kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Sebab tanpa arah yang pasti, rupiah bisa terus menjadi karung tinju paling setia setiap badai ekonomi global datang bergantian.*****
Artikel Terkait
Pertamina Temukan 11 Miliar Barel “Minyak Bukan Kaleng-Kaleng”, Investor Masih Dicari, Fiskal Masih Dinego
Rupiah Melemah, Orang Kantoran Mulai Tinggalkan Mal: Bekal dari Rumah Kini Lebih Romantis daripada Food Court
Cek Bansos! Proses Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026 Masih Berjalan, KPM Jangan Panik Jika Saldo Belum Masuk
Jadwal dan Cara Cek PKH 2026 Lewat HP, Lengkap dengan Penyebab Bansos Gagal Cair
Info IHSG Anjlok ke Level 6.000, Investor Panik Massal Saat Bursa Asia Pesta Hijau
Info IHSG Anjlok Sendirian di Asia, Investor Panik Usai MSCI dan Kebijakan Ekspor Prabowo Bikin Pasar “Masuk Angin”
Harga Emas Hari Ini Kamis 21 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24 Bergerak, Investor Mulai Berburu Logam Mulia
Isu Pembatasan Pertalite 1 Juni 2026 Bikin Heboh, Netizen Sudah Panik Duluan Sebelum Pemerintah Bicara
Dugaan Manipulasi Harga Ekspor CPO Terbongkar, Negara Diduga Cuma Kebagian “Ampas Sawit”
Info IHSG Hari Ini Hijau Tipis di Awal Pekan, Investor Diajak Bersyukur Meski Portofolio Masih “Diet Ketat”