Kamis, 4 Juni 2026

Harga Sembako Naik, Dompet Mahasiswa Garut Ikut ‘Diet’: Ayam Minggir, Sayur Jadi Penyelamat

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 3 Juni 2026 | 15:05 WIB
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini Ai)
Foto Ilustrasi (Generated by Gemini Ai)

LOCUSonline - Kenaikan harga sejumlah bahan pangan mulai mengubah pola makan mahasiswa di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jika sebelumnya menu ayam atau ikan masih menjadi pilihan rutin, kini sebagian mahasiswa harus melakukan strategi ekonomi tingkat akhir yang menghitung isi dompet sebelum menentukan isi piring.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga sejumlah komoditas seperti minyak goreng, cabai, bawang, telur, hingga daging ayam mengalami peningkatan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pedagang bahan pokok, tetapi juga menjalar ke warung makan dan kantin kampus yang menjadi tumpuan mahasiswa.

Muhammad Prasetia (23), mahasiswa Universitas Garut, mengaku mulai merasakan perubahan harga makanan harian. Menu yang sebelumnya cukup dibeli dengan uang belasan ribu rupiah kini mulai menembus angka lebih tinggi.

"Biasanya makan sekali sekitar Rp12 ribu sudah bisa dapat ayam atau ikan. Sekarang naik jadi sekitar Rp15 ribuan. Kalau ditambah minum dan kebutuhan lain bisa sampai Rp20 ribu," ujar Prasetia, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Daftar Harga Resmi BBM Pertamina Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Solar Non-Subsidi Turun, Pengendara Diminta Cek Pompa Sebelum Mengeluh

Kenaikan tersebut membuat Ahmad harus lebih selektif memilih menu makan. Ia mengaku kini tidak lagi bebas memilih lauk seperti sebelumnya karena harus menyesuaikan dengan anggaran harian.

"Sudah sekitar seminggu terasa naik. Jadi sekarang lebih pilih-pilih kalau makan setelah kuliah," katanya.

Ia menyebut lauk ayam dan ikan yang sebelumnya cukup sering dikonsumsi kini mulai dikurangi. Sebagai gantinya, menu berbasis sayuran menjadi pilihan agar kebutuhan makan tetap terpenuhi tanpa membuat pengeluaran membengkak.

Kondisi serupa dialami Ridwan (22), mahasiswa lainnya. Ia mengatakan uang bulanan dari orang tua masih tetap sama, sementara harga makanan terus bergerak naik.

"Kalau kiriman tetap tapi harga makanan naik, ya harus lebih hemat. Sekarang lebih sering masak bareng teman kos. Uang Rp50 ribu bisa dipakai untuk makan dua hari," ujar Ridwan.

Menurutnya, kenaikan harga pangan cukup berpengaruh bagi mahasiswa yang sebagian besar masih mengandalkan uang kiriman keluarga.

Baca Juga: KA Cikuray Makin Diminati, Tiket Rp45 Ribu Berhasil Menyatukan Garut, Bandung dan Jakarta dalam Satu Gerbong Harapan

Sementara itu, pelaku usaha kantin kampus juga mulai merasakan efek kenaikan harga bahan baku. Yani (43), pemilik kantin di sekitar Universitas Garut, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak sekitar satu pekan terakhir.

"Yang paling terasa naik itu minyak, telur, ikan, dan daging. Belum lagi biaya pendukung seperti plastik yang juga sempat naik," kata Yani.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

X