ekonomi

Harga Pangan Terkendali, Cabai Tetap Bikin Emosi Warga Bandung

Rabu, 17 Desember 2025 | 10:25 WIB


[Locusonline.co, BANDUNG] — Menjelang akhir tahun 2025, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung ke Pasar Kosambi, Selasa (16/12/2025), untuk memantau ketersediaan dan harga sejumlah kebutuhan pokok. Dalam kunjungan tersebut, Farhan menyatakan bahwa secara umum stok bahan pangan di Kota Bandung dalam kondisi aman dan harga masih terkendali, meski mengakui adanya tekanan pada beberapa komoditas, terutama cabai.





"Alhamdulillah, sejauh ini saya melihat harga beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam masih baik. Suplai minyak goreng juga sangat bagus," ujar Farhan kepada awak media.





Kenaikan Terbatas dan Jaminan Pasokan Program Bantuan Sosial





Wali Kota mengakui terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas yang dipicu oleh peningkatan permintaan. Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan terprediksi. "Hampir semua harga memang naik sedikit, tapi masih dalam jangkauan yang bisa diperkirakan," katanya.





Farhan juga memberikan kepastian bahwa penyaluran bahan pangan untuk program bantuan sosial, seperti Mandiri Belanja Giat (MBG), tidak akan mengganggu pasokan di pasar ritel. Ia menjelaskan bahwa program tersebut memiliki saluran distribusi langsung dari penyuplai, sehingga volume suplai keseluruhan justru meningkat.





Fokus pada Komoditas Rentan: Cabai dan Ketergantungan pada Cuaca





Meski optimis, Farhan menyoroti kerentanan harga pada komoditas hortikultura, seperti cabai dan bawang merah, yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. "Sayuran sangat bergantung pada cuaca. Mudah-mudahan stok tetap terjaga," harapnya, berharap cuaca ekstrem telah berlalu dan tidak mengganggu masa panen.





Kekhawatiran tersebut terbukti berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung. Kepala BPS Kota Bandung, Samiran, mengungkapkan bahwa komoditas cabai mengalami kenaikan harga paling signifikan, dengan Relatif Harga (RH) naik sekitar 10 persen dibanding harga normal. "Cabai memang paling fluktuatif. Kalau harganya di atas indeks tertentu, langsung kami pantau karena rawan kenaikan," jelas Samiran.





Pernyataan senada disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny A. Nurudin. Ronny mengonfirmasi bahwa harga cabai rawit domba sempat menyentuh level Rp100.000 per kilogram, didorong oleh faktor cuaca yang memengaruhi produksi. "Yang paling berpotensi fluktuatif memang cabai," tuturnya.


Halaman:

Tags

Terkini