"Kami akan terus memfasilitasi pertukaran di bidang ekonomi, perdagangan, budaya, dan yang terpenting, pertukaran antarpelaku usaha. Dengan hadirnya kamar dagang ini, diharapkan sinergi antara pengusaha Indonesia dan China semakin erat," ujar Berlianto.
KJRI Shanghai menilai bahwa keberadaan wadah ini akan sangat membantu perusahaan Indonesia yang ingin menembus pasar China, sekaligus menjadi pintu masuk bagi investor China yang ingin memperluas sayap ke Indonesia dan kawasan ASEAN.
Pembangunan Berkelanjutan Jadi Fokus Utama
Maulana Wiga, Kepala Departemen Investasi Asosiasi Pengusaha di bawah Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, juga menyampaikan pidato yang berfokus pada pendalaman pembangunan berkelanjutan (sustainable development) antara China dan Indonesia.
Ia menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan arah penting dalam memajukan dan memperkuat kerja sama industri antara kedua negara.
"Kerja sama tidak lagi sekadar soal angka investasi. Kita harus memastikan bahwa setiap proyek yang dihasilkan ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat kedua negara," tegas Maulana.
Menurutnya, sektor energi terbarukan, ekonomi hijau, dan digitalisasi menjadi bidang-bidang yang sangat potensial untuk dikembangkan ke depan.
Latar Belakang: Shanghai Pintu Gerbang Indonesia ke China Timur
Shanghai selama ini dikenal sebagai pusat ekonomi, perdagangan, dan keuangan China. Kawasan China timur, dengan Shanghai sebagai episentrumnya, merupakan wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di China dan menyumbang porsi signifikan terhadap total investasi asing langsung (FDI) yang masuk ke Indonesia.
Pendirian Kamar Dagang Umum Indonesia Shanghai diharapkan dapat: