ekonomi

Ferry Juliantono: Koperasi Merah Putih Tawarkan Pinjaman Bunga 6%, Lawan Rentenir dan Pinjol

Rabu, 1 April 2026 | 16:16 WIB


[Locusonline.co] JAKARTA – Pemerintah terus menggenjot peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai solusi ekonomi rakyat. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi ini akan menawarkan akses pinjaman dengan bunga rendah hanya 6 persen per tahun, sebagai upaya membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir dan pinjaman daring (pinjol) berbunga selangit.






"Koperasi Desa, salah satu kegiatannya adalah melakukan pembiayaan ultra mikro dengan tingkat bunga yang rendah, itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya masyarakat tidak terjebak kepada praktik rentenir, pinjaman online, dan lain sebagainya," kata Menkop Ferry saat ditemui di Jakarta, Senin (30/3/2026) .






Lembaga Keuangan Ultra Mikro di Setiap Desa





Skema pembiayaan ini akan disalurkan melalui unit lembaga keuangan ultra mikro yang merupakan bagian dari Kopdes Merah Putih. Menkop Ferry menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi akan melihat kebutuhan pembiayaan ultra mikro di setiap desa secara spesifik.






"Nanti di setiap koperasi desa itu ada lembaga keuangan mikronya, kita tentu nanti akan lihat seberapa banyak, seberapa (banyak) yang dibutuhkan di desa tersebut yang perlu pembiayaan keuangan mikronya," ujar dia .






Dengan pendekatan ini, layanan keuangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di masing-masing desa, bukan sekadar program seragam dari pusat.





Tiga Indikator Keberhasilan Kopdes Merah Putih





Menkop Ferry memaparkan tiga indikator utama yang akan menjadi tolok ukur keberhasilan Kopdes Merah Putih:





IndikatorTarget
1. Harga Lebih MurahMenjual barang kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah dibanding pasar.
2. Pembiayaan Ultra MikroMemberikan pinjaman dengan suku bunga rendah (6% per tahun) melalui lembaga keuangan mikro internal.
3. Offtaker (Penyerap Hasil Produksi)Menyerap hasil produksi masyarakat desa, menjamin kepastian pasar bagi petani dan pelaku UMKM.





"Kalau bagi kami di Kementerian Koperasi, indikator keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah yang pertama bisa menjual barang dengan harga yang lebih murah. Lalu kedua, bisa membantu pembiayaan dari kegiatan lembaga keuangan mikro… dengan tingkat suku bunga yang relatif rendah… dan kemudian juga bisa menyerap hasil produk masyarakat desa," jelas Menkop .


Halaman:

Tags

Terkini