Kamis, 4 Juni 2026

Ferry Juliantono: Koperasi Merah Putih Tawarkan Pinjaman Bunga 6%, Lawan Rentenir dan Pinjol

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Rabu, 1 April 2026 | 16:16 WIB




Ia menambahkan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat pimpinan untuk fokus membahas peran Kopdes Merah Putih sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat desa.





Putus Jeratan Rentenir: Dari Bunga 1 Persen per Hari Jadi 6 Persen per Tahun





Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyoroti praktik rentenir yang membebani petani dan masyarakat kecil. Dalam sambutannya melalui saluran YouTube resmi pada Minggu (22/3/2026), Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menyiapkan akses kredit murah dengan bunga hanya 6 persen per tahun melalui Kopdes Merah Putih.





Angka ini sangat kontras dengan praktik rentenir yang kerap mematok bunga hingga 1 persen per hari, yang secara tahunan setara dengan lebih dari 300 persen. Presiden menilai praktik tersebut sebagai bentuk ketimpangan ekonomi yang harus segera dihentikan.





Dampak bagi Masyarakat





Dengan kehadiran Kopdes Merah Putih, masyarakat desa akan mendapatkan tiga manfaat sekaligus:






  1. Akses Kredit Murah: Pinjaman bunga 6% per tahun, jauh lebih ringan dari bunga rentenir maupun pinjol ilegal.




  2. Harga Kebutuhan Pokok Lebih Terjangkau: Koperasi menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah.




  3. Kepastian Pasar: Hasil produksi (pertanian, peternakan, kerajinan) diserap langsung oleh koperasi, mengatasi fluktuasi harga dan tengkulak.





Rangkuman Fasilitas Kopdes Merah Putih





FasilitasDetail
Pinjaman Ultra MikroBunga 6% per tahun (melalui lembaga keuangan mikro internal)
Harga Kebutuhan PokokLebih murah dibanding pasar
Penyerapan Hasil ProduksiKoperasi berperan sebagai offtaker (penjamin pasar)
Tujuan UtamaMembebaskan masyarakat dari rentenir dan pinjol ilegal (**)

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X