[Locusonline.co] Jakarta – Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan pasokan dan bahan baku pupuk nasional tetap aman meskipun terjadi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya di jalur Selat Hormuz. Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ketersediaan pupuk bagi petani di seluruh tanah air.
"Karena kan kita punya uang muka dari pemerintah, jadi kita bisa beli bahan bakunya di depan, itu yang impor. Yang dalam negeri kan harganya ditetapkan pemerintah enggak berubah, jadi semuanya terkendali," kata Rahmad ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Kapasitas Produksi Nasional Mencapai 14,8 Juta Ton per Tahun
Rahmad menegaskan bahwa kapasitas produksi pupuk nasional sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Saat ini, kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup mencapai 14,8 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk .
Khusus untuk pupuk urea, kapasitas produksi perusahaan bahkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik. Produksi urea nasional juga dinilai relatif mandiri karena bahan baku utamanya berupa gas bumi dapat dipenuhi dari pasokan domestik yang harga dan distribusinya diatur oleh pemerintah .
| Komoditas | Kapasitas Produksi | Keterangan |
|---|---|---|
| Pupuk Urea | 8,8 juta ton (operasional) | Mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik |
| Pupuk Urea | 9,4 juta ton (terpasang) | Kapasitas maksimal |
| Total Grup | 14,8 juta ton/tahun | Berbagai jenis pupuk |
Dengan kondisi tersebut, eskalasi konflik di Selat Hormuz sebagai jalur distribusi penting urea global tidak berdampak langsung terhadap pasokan urea nasional .
"Pupuk Indonesia merupakan produsen urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Dengan kapasitas produksi yang kuat tersebut, kami memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan pupuk tetap optimal bagi petani Indonesia," ujar Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira.
Diversifikasi Sumber Bahan Baku Strategis
Untuk memperkuat ketahanan rantai pasok, Pupuk Indonesia melakukan diversifikasi sumber impor bahan baku strategis, khususnya fosfat (P) dan kalium (K) yang menjadi komponen utama dalam produksi pupuk NPK. Kedua bahan baku ini tidak tersedia secara alami di Indonesia .